DON’T JUDGE SOMEONE FROM THE COVER

Kata-kata itu sering kita dengar bila seseorang terlalu menilai rendah kemampuan seseorang” Bila kita telaah bersama-sama arti judge dalam bahasa Indonesia menghakimi. Kata menghakimi ini diartikan bahwa seorang manusia telah menganggap orang lain salah tanpa ada alasan yang jelas. Kalau untuk kasus yang di atas kata ‘menghakimi’ adalah menilai orang lain lebih rendah dari dirinya dengan hanya memandang dari sisi luarnya tanpa melihat sisi dalamnya. Apakah tepat kita hanya sebagai seorang manusia, merasa bahwa kita lebih hebat dari orang lain baik itu dari sisi kemampuan, ilmu pengetahuan, dll.

Sejak manusia itu lahir, setiap manusia telah diberikan Allah kelebihan dan kekurangan. Namun kelebihan yang kita miliki itu jangan dianggap bahwa kita unggul atau lebih baik dari orang lain. Karena dibalik kelebihan ada sisi kelemahan yang kita punyai.

Banyak kita jumpai di masyarakat sekarang ini dengan perkembangan teknologi, mereka lebih banyak melakukan sendiri apapun tanpa bantuan orang lain. Itu akibat pengaruh kemajuan teknologi yang begitu cepat sehingga orang sangat cepat mendapat informasi sendiri tanpa perlu bertanya kepada orang lain yang kadangkala ilmu yang didapat di internet itu banyak juga yang ámbigu atau malah salah sama sekali.

Kembali ke kasus yang di atas, seandainya kamu berada di posisi di atas apa yang kamu rasakan? Banyak orang pintar yang saya temui yang tidak menonjolkan kepintarannya. Mereka lebih senang santai, apa adanya, tidak banyak bicara dan tidak senang menonjol jika berdebat dengan orang lain. Mereka cenderung santai memecahkan semua permasalahan tanpa berkoar kemana-mana. Namun, tiba-tiba masalah yang dihadapi selesai lebih cepat dibandingkan dengan orang lain. Begitu karakter orang pintar tanpa kita bercerita panjang, mereka sudah paham alur cerita dan cepat memutuskan suatu masalah.

 Ada juga kasus, orang pintar yang ingin di tonjolkannya kalo dia pintar. Kalo orang ini memang sudah karakternya ingin dihargai dan dianggap pintar didepan teman-temannya. Kalo buat saya pribadi, lebih senang jika bertemu dengan orang yang pintar tapi bersahaja.

Bagaimana kalo kita bertemu dengan orang yang tidak pintar tapi merasa dirinya pintar, yang senang dalam hal apapun dianggap unggul dari teman-temannya walau dia sendiri tidak tau apa yang sedang kita bicarakan, namun dia mengangap tau dan membuat pernyataan sendiri melenceng jauh dari topik pembicaraan. Sunggu aneh orang ini tapi dia pasti ada di sekitar kita. Karakter orang seperti ini, mereka ingin dihargai karena dilingkungan dekatnya tidak mengganggap dia unggul. Jika dia mendapat lingkungan yang bisa menerima dia, dia akan mengeluarkan jurusnya untuk bisa dianggap bisa atau tau tentang semua hal.

Lain lagi jika kita berhadapan dengan orang yang menganggap rendah orang lain. Ini sering kita jumpai di masyarakat kita saat ini. Orang selalu merasa dia pintar dari orang lain, orang lain dianggap bodoh hanya melihat dari sampul luarnya saja. Apalagi kalo dia menemukan bahwa orang lain di bawah dia satu langkah lantas dia merasa bahwa “ahhh, saya pintar dari dia, buktinya sekarang saya lebih unggul dari dia”. Bertemu orang seperti ini memang menyebalkan apalagi jika objek yang dituju itu kita. Namun, kembali kepada kita apakah kita menanggapi komentar orang ini atau menganggap masa bodoh. “Ahh buat apa orang seperti itu ditanggapi, merugi dan buang-buang waktu saja, karena jika aku tanggapi berarti aku sama dengan dia”. Lebih enak kita seperti itu mengaggap tidak terjadi apa-apa. Cukup kita saja yang tau tanpa melakukan aksi balik. Justru kita jadi tau kualitas orang seperti itu.

Nah bagaimana dengan kamu jika berada di posisi tersebut di atas? Apa pendapatmu?

“Orang pintar lebih senang dia dianggap orang tidak pintar karena buat apa berkoar-koar kita menganggap diri kita pintar, tapi dalam hal menjawab pertanyaan, memecahkan suatu permasalahan dan dalam hal mengambil keputusan, ternyata kita tidak mampu. Sama aja bohong. Toh penilaian diri kita itu pintar atau tidaknya adalah bukan dari fisik seseorang, vokalnya seseorang, tapi waktu yang akan berbicara dan orang lain yang akan menilai bukan kita. Jadi bersikap apa adanya lebih baik dari pada NATO ”no action talk only”.

NB; Sekedar sharing karena sering bertemu orang seperti ini

Published in: Uncategorized on July 31, 2012 at 8:15 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2012/07/31/dont-judge-someone-from-the-cover/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: