Cari Suami Tak Perlu Pintar, Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu

Nurul Ulfah – detikHealth

(Foto : Workitmom)Jakarta, Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. “Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar,” ujar Adre dalam acara Optimalisasi Peningkatan Intelegensia Otak di GKBI, Jakarta (10/9/2009). .

Sebenarnya hubungan antara kecerdasan anak dengan ibunya bisa dilihat secara alamiah ketika ibu baru melahirkan. “Bayi bisa mencari puting susu ibunya sendiri, itu sudah jadi pertanda,” ujar Adre.

Bayi menangis jika mengompol juga bisa jadi pertanda bahwa kecerdaasn ada hubungannya dengan ibu. Hormon oxytocin yang dikeluarkan pada saat ngompol sama dengan hormon yang terdapat pada area kawanitaan ibu. “Itu mengapa jika daerah kewanitaan itu dirangsang, akan muncul perasaan enak dan senang, ” tutur Adre.

Oleh karena itu, memakai pampers biasanya membuat seorang anak tumbuh menjadi egois. “Bayi yang sering pakai pampers, cenderung memiliki rasa empati yang kurang karena jarang menangis dan bagian otaknya tidak terlatih untuk merasakan empati,” tutur Adre.

Otak setelah lahir memiliki kemampuan berkembang yang cepat. Penglihatan lebih dulu berkembang daripada pendengaran dan separuh perkembangan intelektual seseorang berlangsung di bawah usia 4 tahun.

Adre mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia saat ini ada di urutan ke 109 dari 179 negara. “Artinya sudah miskin, bodoh, sakit, sombong pula,” ujar Adre. Padahal sebentar lagi Indonesia akan memasuki tantangan milenium 3 yang merupakan era competitive intelligence.

Oleh karena itu, ibu mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk perkembangan kecerdasan anak. “Stimulasi janin dengan musik-musik alam, binatang atau musik klasik, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega 3 dan berikan stimulasi yang tepat ketika sudah lahir untuk menghasilkan anak yang cerdas,” ujar Adre.

Namun meskipun begitu, menurut Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, pakar komunikasi dan penulis buku ‘psikologi komunikasi’, faktor genetik atau keturunan bisa dikalahkan oleh faktor lingkungan dan nutrisi. “Nurture atau lingkungan bisa mengalahkan nature atau warisan biologis jika otak terus distimulasi, ” jelas Jalaludin.

sumber : milis jurnalis oleh Satrio Arismunandar

Artikel ini sangat menarik banget dan bisa didiskusikan benar ato gak. Atau sebaliknya Cari Istri Tak Perlu Pintar, Kecerdasan Anak Turun Dari Ayahnya. Bagi yang berkunjung ke blog saya bisa membaca dan menambah wawasannya. Mengenai kebenaran dari artikel ini, silahkan dibuktikan sendiri. Kalo tanya saya mah gak tau, soalnya belum pengalaman😀 Dan sebagai calon ibu (cieeeee…. :p ) saya gak merasa pintar. Masih pengen minta bukti juga…? Tunggu saya married dulu ya dan anak saya berumur 25 tahun atau lebih (tamat S2 or S3). Disana bisa dilihat anak saya turunan bapak atau ibunya. Kalo lama tgg ya jangan ditunggu (kurang kerjaan kali :p ). Hihihihi😀

Kalo dikasih pertanyaan cari suami pintar atau tak perlu pintar… Yaaaaaaaaaaaahhhh… Pintar laaaaahhhh masa pintar donk…😀

Tapi bukan pintar ngibulin istri, pintar bohong, pintar selingkuh lho, or omdok (ngomong doang or NATO – No Action Talk Only…😉 (catet… bukan itu)

Nah kalo teman2ku disuruh pilih… Ayo pilih yang mana…? Tanpa menunjuk sapa pun lho… :p

Published in: on October 14, 2009 at 7:57 am  Comments (5)  

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/10/14/cari-suami-tak-perlu-pintar-kecerdasan-anak-turun-dari-ibu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

5 CommentsLeave a comment

  1. Mungkin ada benarnya juga… (pengalaman pribadi)..
    tapi sebagai kaum sesaman kaum adam, saya harus memperjuangkan juga teori bahwa kecerdasan anak juga bisa diturunkan 99 % dari ayahnya…
    nanti klo teori ini sudah terbukti, saya akan kabari mbak… heeee…

    • Sebenarnya masalah pintar atau tidak tergantung orang tuanya dalam mendidik anak. Jika anak dididik dengan cara yang benar Insya Allah akan menghasilkan keturunan yang baik, pintar dan sholeh/sholehah, disamping itu masalah gizi kudu diperhatikan. Ibaratnya buah jatuh gak jauh2 dari pohonnya.

      Mengenai teori ini belum tentu benar. Kebetulan saya punya teman ayah dan ibunya cerdas sama2 S3 menghasilkan keturunan yang cerdas juga (akselerasi). Tapi ada juga ayahnya cerdas dan ibunya biasa2 aja juga menghasilkan keturunan yang pintar.

  2. bagaimana ya..saya ada kawan yang punya dua orang anak lelaki.. anak sulungnya pintar tp anak bungsunya lembab dalam pelajaran. Padahal kedua-duanya diberi pendidikan yang sama tp kepintaran mereka berbeza..kenapa ya?

  3. hehehe…

    kalo soal genetik kecerdasan anak saya setuju 99% itu turun dari ibunya. tapi sebenarnya bukan cuma faktor genetik juga lho? kalau menurut saya justru cenderung ke prilaku sehari2 ibunya yg ditiru oleh si anak karena ibulah yang selalu paling dekat dg anak. coba lihat anak yg sering ditinggal kerja oleh ibunya, biasanya akan memiliki karakter mirip2 pembantu, nggak percaya? coba aja survey sendiri.

    disisi lain sy juga kurang setuju kalo cari suami nggak perlu yg cerdas, karena perkara cerdas atau tidaknya seorrang suami bukan hanya semata2 bertujuan untuk diturunkan kepada anak, lebih dari itu seorang suami harus pandai mendidik istri dan anak2nya. mau diatur sama suami yang rada2 o’on dengan aturan yang ngga logik?

  4. berarti bayi sebaiknya jangan dikasih pampers dong? pake sprei anti ompol aja apa ya? (atau apalah itu namanya?)

    emang kan biasanya nurun dari Ibu… bahkan penyakitpun biasanya nurun dari ibu juga, menurut pelajaran biologi tentang genetika sih gitu😀

    nice info, anyway🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: