Begitu Mulianya Hati Perempuan Itu

Aku melihatnya dia sebagai seorang perempuan paling cantik. Memiliki kulit yang putih, wajah yang bersih seperti bayi, otak yang cerdas, keibuan, tutur kata yang santun serta sangat taat beribadah. Sampai saya berpikir betapa beruntungnya laki-laki memiliki istri seperti dia. Menurut saya dia bakal menjadi incaran para laki-laki yang ingin memiliki istri yang sholehah.
Dua puluh lima tahun yang lalu, pada usia yang sangat muda dia menikah dengan seorang pria. Pernikahan yang bahagia. Laki-laki yang sangat beruntung. Bagaimana tidak, sebab dengan kelebihan yang perempuan itu miliki, akan sangat sulit sekali mencari laki-laki yang layak untuk bersanding dengannya. Namun dia memilih laki-laki itu untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tak terasa waktupun berlalu. Sedikitpun tidak pernah terdengar berita buruk tentang kondisi rumah tangga mereka yang kini sudah memiliki 3 orang anak yang lucu-lucu. Tentu saja dengan kasih sayang dan cinta yang mereka miliki mampu membuktikan kepada orang-orang bahwa betapa harmonisnya mereka. Suami yang bertanggungjawab menafkahi keluarganya. Sang istri yang berprofesi sebagai dosen tidak mrubah kodratnya sebagai ibu yang baik buat anak-anaknya serta sebagai istri yang selalu menghormati dan melayani suaminya, walau segudang kesibukan yang dia miliki. Ternyata dia mampu menjadi ibu serta istri yang terbaik buat anak dan suaminya.
Sangat jarang mereka tampil berdua, karena aktivitas istri yang sangat padat, serta aktivitas suami yang sibuk disebabkan suami yang bekerja di luar kota, yang membuat sanagt jarang sekali bisa berkumpul bersama. Namnu, sesekali meraka tampil berdua. Cukup bayak para ibu-ibu dan cowok-cowok berkomentar miring tentang suaminya meski hanya bercanda.
“Istri cantik, cerdas, sholehah, memiliki rumah yang besar dan luas serta anak-anak yang lucu. Sangat beruntung sekali!” sahut para cowok-cowok yang melihat keharmonisan mereka.
Yang lainnya berkomentar, “Seandainya saya memiliki istri secantik dia, gak bakalan dech keluar rumah. Mendingan di rumah mandangin istri sambil bersyukur dianugerahi istri yang cantik dan rezeki yang luas”.
“Seandainya laki-laki itu menyakiti istrinya, betapa bodohnya laki-laki itu. Dianugrahkan istri yang sholehah dan cantik masih kurang puas…? Semoga bukan begitu nantinya. Komentar salah satu ibu-ibu yang tinggal di sana.
Sebagai perempuan yang hanya memandang segala sesuatunya dari sisi luarnya, saya beranggapan bahwa perempuan itu sangat pintar dan bijaksana dalam mengatur rumah tangganya. Sangat jarang dilanda gosip dan perkataan yang tidak mengenakkan tentang rumah tangga mereka. Sesibuk aktivitas yang dia miliki, tetap berkomitmen bahwa keluarga nomor satu.
Kelebihan lain yang dia miliki. Dia sangat pintar menjaga dan mengurus tubuhnya agar tetap cantik walau diusianya sekarang yang tidak muda lagi. Kecantikannya itu tetap bersinar walau usianya yang sudah menginjak 50 tahun.
Dalam balutan kerudung, dan kemana-mana tidak pake make up, serta busana yang sangat sederhana memancarkan kecantikannya makin mempesona serta kemampuannya menjaga harga dirinya. Walau kadang kala dia harus pergi sendirian mengurus semua kebutuhan anaknya karena suami yang bertugas di luar kota.
Ketika dia mendengar berita kalo suaminya menghianati cintanya. Laki-laki itu main perempuan lagi dibelakangnya. Suaminya nikah lagi dengan perempuan lain tanpa sepengetahuannya dan menghasilkan seorang anak. Dia sangat begitu sabar menanggapi berita itu, bahkan dengan sabarnya dia melayani suaminya, walau seringkali dia mendapat perlakuan buruk dari suaminya. Tingkah suaminya itu membuat seluruh keluarga besarnya sangat membenci suaminya. Bahkan keluarga besarnya sempat menyarankan untuk bercerai daripada bertahan hidup dengan laki-laki yang sudah menghianati janji pernikahan mereka.
Bagaimana tidak suaminya memiliki istri selain dirinya lebih dari satu orang. Perempuan itu tetap menjaga kehormatan suaminya. Walau hatinya harus terluka oleh perlakuan buruk suaminya. Namun dia tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan itu.
Sampai suatu ketika, sang suami mengalami kelumpuhan yang menyebabkan suaminya tidak bisa bekerja lagi. Istri mudanya meninggalkannya dan anak mereka. Istri mudanya tidak mau menerima laki-laki itu lagi karena dia sudah tidak mampu lagi memenuhi semua kebutuhan istri mudanya yang matre. Bahkan uang hasil jerih payahnya dengan tega suaminya berikan buat istri mudanya.
Namun sekarang keadaan berbalik. Suaminya mengalami kelumpuhan. Alhamdulillah gak seluruhnya. Tapi karena penyakit itu meyadarkannya bahwa dia sudah sangat banyak menyakiti istrinya. Begitu mulianya hati perempuan itu, mau menerima suaminya apa adanya lagi walau saat ini suaminya mengalami kelumpuhan ringan yang menyebabkan dia tidak maksimal lagi menjadi kepala keluarga.serta harus rela menerima anak tiri hasil pernikahan suaminya dengan perempuan lain. Dia menerima dengan lapang dada kehadiran anak kecil itu.
Dengan kondisi suami yang lumpuh dengan sigap perempuan itu mengambil alih tanggung jawab ekonomi keluarga. Mulai dari memenuhi semua kebutuhan rumah tangga, membiayai sekolah anak-anak mereka plus anak tiri, bahkan menanggung semua ongkos pengobatan buat suaminya.
Sedikitpun saya tidak melihat kesombongan dan keangkuhan di wajah cantiknya. Menjadi ibu yang baik buat ketiga anak-anak mereka plus satu orang anak tirinya dan menjadi istri yang sholehah buat suaminya. Bertanggung jawab meladeni semua kebutuhan anak dan suaminya dan juga menjaga suaminya yang sudah belasan tahun lumpuh. Bekerja sebagai dosen tidak menyurutkan niatnya untuk tetap menomorsatukan kepentingan keluarga. Sedikitpun saya tidak melihat wajah letih dari raut wajahnya yang cantik serta tidak terdengar oleh saya rasa letih yang keluar dari bibirnya.
Hati saya berkata.
Allah begitu mulianya hati perempuan itu, menjadi ibu yang baik serta istri yang sholehah walau suaminya menghianati cintanya. Berkatilah ya Allah wanita yang setia itu.

Published in: on July 8, 2009 at 5:25 am  Comments (1)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/07/08/begitu-mulianya-hati-perempuan-itu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Too good to be true …
    Tapi ada siy yang kayak gitu, almarhum mertuanya sepupuku yang meninggal minggu lalu.
    Udah dikhianati, dinafkahin anak tirinya, katanya ‘Anak ngga salah’
    Sabar benar…
    Salam Kenal ya…urang awak juga?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: