Pengalaman di pagi hari

Hari ini adalah hari pertama aku tinggal di lingkungan masyarakat yang notabene ibu-ibu disini tidak bekerja alias sebagai ibu rumah tangga. Sengaja aku memilih perumahan disini karena sangat dekat dengan tempat aku bekerja. Disini aku kos bersama dua orang sahabatku yang bekerja sebagai PNS di kota minyak. Daerah ini saya pilih karena rekomendasi dari sahabat saya yang memang sudah lama tinggal disini. Perumnas Fajar Indah Sejahtera atau disingkat FJS adalah perumahan yang dihuni oleh orang-orang yang bekerja sebagai guru PNS maupun swasta, pedagang, nelayan serta pegawai swasta perusahaan kontraktor di kota minyak. Sementara para istri disini hampir seluruhnya tidak bekerja. Bisa dihitung dengan jari ibu-ibu yang bekerja disini. Para ibu-ibu disini sering kali berkumpul apalagi kalo mereka sudah menyelesaikan tanggung jawab mereka mengurus rumah, anak serta mempersiapkan makan siang buat suami mereka kala suami pulang makan di rumah. Saya mendapatkan informasi dari dua orang sahabat saya tentang seperti apa kehidupan di lingkungan tempat baruku. Sahabatku bercerita kalau para ibu2 disini sering kali berkumpul sekitar jam 14.00 saat anak-anak mereka tidur siang. Tak kusangka ternyata ibu-ibu disini pergaulannya terbagi-bagi bedasarkan kelas sosial. Di sebelah kosanku berkumpul ibu-ibu yang suaminya bekerja sebagai perusahaan kontraktor yang rata-rata suami mereka memiliki penghasilan lebih tinggi dari yang lainnya. Sementara sekitar 25 meter dari tempat tinggalku merupakan tempat berkumpul istri-istri yang suaminya bekerja sebagai guru PNS atau guru swasta yang penghasilan suaminya rata-rata. Beberapa meter dari sana juga berkumpul istri-istri yang suaminya bekerja hanya sebagai nelayan dan pedagang yang pendapatan mereka tiap hari tidak tetap atau kata orang rezeki harimau. Hari ini untung bisa jadi besok tidak mendapatkan apa-apa. Saya bernama Aisyah, seorang wanita berjilbab, memiliki kulit kuning langsat, bermata sipit, memiliki tinggi 170 cm dan memiliki hidung mancung. Merupakan sosok wanita yang menjadi daya tarik buat para ibu-ibu disana. Kenapa saya katakan begitu karena saat saya memasuki perumahan FJS, saat ibu-ibu itu berkumpul, saya melewati area itu menggunakan mobil perusahaan yang sangat mencolok warnanya berhenti tepat di depan rumah dimana ibu-ibu itu berkumpul. Saya mengucapkan salam dan menyapa mereka sambil memperkenalkan diri tentang saya dan menceritakan kalo saya merupakan warga baru di daerah ini, profesi saya sebagai pegawai di perusahaan BUMN, kenapa saya dipindahkan kesini dan tempat asalku. Banyak pertanyaan yang mereka utarakan. Alhamdulillah saya bisa menjawabnya walau kadang ada beberapa pertanyaan yang menyinggung perasaanku, tapi tidak aku tanggapi. Aku berpikiri itu hanya sindiran dan guyonan dari mereka bahwa mereka senang berkenalan dengan saya.

**********

Hari ini merupakan awal langkah perjalanan karir saya. Saya sengaja dipindahkan bekerja disini oleh kantor pusat tempat saya bekerja. Ini merupakan tantangan besar buat saya karena daerah ini merupakan daerah kecamatan yang menurut saya paling maju dari kecamatan-kecamatan lainnya di Indonesia. Mengapa saya katakan begitu karena daerah ini merupakan daerah yang penghasilan daerahnya paling besar di Indonesia berasal dari minyak bumi yang ada di daerah ini. Sambil menunggu supir kantor menjemput saya. Sengaja saya duduk di ruang tamu sambil membaca beberapa majalah yang saya beli tadi malam dengan kondisi pintu depan terbuka sedikit. Saya melihat ke depan tepat di depan halaman kosan saya berdiri seorang penjual keliling yang berparas sangat menarik buat saya. Saya kaget ternyata laki-laki itu penjual keliling di perumahan ini. Awalnya saya pikir laki-laki itu adalah seorang mahasiswa di kota ini. Ternyata dugaan saya salah, laki-laki itu adalah penjual bahan-bahan makanan sayur, ikan, ayam, dll. Saya melihat keluar kebanyakan ibu-ibu disini senang belanja dengan abang itu. Hal itu disebabkan karena laki-laki itu menjual bahan-bahan yang dibutuhkan ibu-ibu disana. Jarak pasar dengan tempat tinggal mereka sangat jauh. Jadi wajar aja kalo penjual keliling itu menjadi rebutan para ibu-ibu disana. Selentingan saya mendengar percakapan para ibu-ibu disana Ibu A : ”Mas udah kenal belum warga baru disini…? Wanita cantik berjilbab, memiliki kulit kuning langsat, bermata sipit, memiliki tinggi 170 cm dan memiliki hidung mancung. Saya rasa mas pasti tertarik dengan dia.” Ibu B, ”Iya mas, dijamin dech mas pasti naksir sama gadis ini.” sambil senyum-senyum Ibu C, ”Oh ya ibu-ibu pada tau gak kalo suaminya Mbak Siti naksir sama si Aisyah…?” bicara dengan keras tanpa sadar kalo dia membicarakan saya tepat di kosan saya. Ibu A kaget. Lalu berkata. ”Ah ibu C jangan berburuk sangka dulu, masa sich Pak Rahman naksir dengan Aisyah, secara gitu lho bu kalo Aisyah itu sama besar dengan anak sulung Pak Rahman, kali aja Pak Rahman ingat sama anaknya yang kuliah di Malaysia yang menurut saya sangat mirip dengan anak beliau,” Lalu Ibu C berusaha mengelak dan menyakinkan ibu-ibu disana tentang pernyataan beliau, ”benaran ibu, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kalo tadi malam Pak Rahman diam-diam membuntuti Aisyah pulang ke kosannya. Masa sich saya berbohong dengan ibu-ibu semua.” Lalu Ibu D nyeletuk untuk meyakinkan ibu-ibu yang lain, ”Hmmmm, saya pikir ada benarnya lho ibu, kemarin saya mendengar Pak Rahman bertengkar dengam istrinya malam-malam. Saya tidak dengar betul apa yang menjadi pertengkaran mereka. Tapi saya yakin gak jauh-jauh dari Aisyah.” Lalu Ibu E nimbrung tanpa basa-basi, ”Ibu-ibu tau gak sich anak gadis Pak Rahman itu tadi malam saya lihat dia keluar dari Rumah Sakit Bersalin Pelita Bunda”. Lalu Ibu A berusaha meredam suasana agar tidak panas, ”Ibu E jangan berburuk sangka dulu. Kali aja si Nancy itu sedang menemani temannya yang sedang berobat disana atau melamar kerja disana, karena Nancy itu baru tamat sebagai perawat di Jakarta”. Sementara Ibu B balik memanaskan suasana, ”Ibu-ibu sudah tau belum kalo suami Ibu H yang suaminya bekerja sebagai guru di SMU negri, ternyata punya affair dengan mahasiswa swasta di sini. Bahkan suaminya terang-terangan membawa gadis itu jalan ke mall sambil bergandengan tangan yang tanpa dia sadari istrinya melihat”. Lalu ibu C nyeletuk, ”Masa sich bu, gak mungkin ahhhh, toh kemarin Ibu H bilang ke saya kalo kemarin dia barusan makan malam di mall bersama suami dan anak-anaknya. Ibu salah lihat mungkin, barangkali itu bukan bapak dan Ibu H.” Lalu si mas berusaha mendinginkan suasana. ”Ya udah ibu-ibu dagangan saya mau dibeli atau gak…? Soalnya saya mau jualan di perumahan sebelah takut kesiangan, ibu-ibu disana complain saya lama banget datang. Sambil ngobrol ibu-ibu disana mengambil apa aja yang mereka butuhkan untuk dimasak hari ini. Si mas dengan sigapnya mengambil kalkulator yang tersimpan dalam saku bajunya. Tak lama kemudian si mas berlalu dari ibu-ibu itu. Saya pikir pembicaraan hanya sampai disana. Ternyata pembicaraan berlangsung di rumah ibu C yang merupakan tetangga sebelah kosan saya yang memang dijadikan ajang untuk bergosip. Sambil melihat ibu-ibu tetangga sebelah menggunjing bapak dan ibu H, tiba-tiba hp saya berbunyi. Lalu dengan perasaan was-was saya angkat hp itu berharap Bang Udin sopir kantor menghubungi saya lagi bahwa dia gak lama lagi akan menjemut saya. Ternyata dugaan saya salah. Bang Udin mengatakan, dia akan telat menjemput saya disebabkan ban depan mobil kantor bocor. Jadi saya disuruh tunggu sampai Bang Udin selesai tambal ban di bengkel. Sambil menanti Bang Udin, saya habiskan waktu membaca  majalahyang baru saya beli kemarin malam disalah satu mall di kota ini.

Published in: on June 26, 2009 at 3:49 am  Comments (2)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/06/26/pengalaman-di-pagi-hari/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. Mudah-mudahan betah di tempat barunya ya mbak…btw di dalam pergaulan kalo bisa kita membaur,jangan membentuk kelompok berdasarkan kelas sosial,karena siapa tau sewaktu-waktu kita butuh pertolongan bisa saja bantuan itu datang dari setiap orang.

  2. Iya mas bener banget apa kata mas…
    Tapi disini saya gak menceritakan tentang pengalaman pribadi saya. Itu hanya CERPEN kok…
    Lihat tags nya CERPEN😀
    Thanks ya Mas udah singgah di rumahku… Salam kenal🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: