Ingat kampung halaman… :D

Tiba2 punya ide posting tentang Kota Padang. Ingat n kangeeenn banget. Jujur saya benar-benar kenal kota Padang ya saat saya kuliah di Padang dulu. Saya ingat kenangan saat masih kuliah tingkat 1 and 2, saya and teman2 satu jurusan. Kita rame2 jalan mengelilingi Kota Sumbar, gak dalam 1 hari tapi, dalam bulan ini kalo udah dapat kiriman uang belanja, saya dan teman2 jalan, trs sambung bulan depan kalo kita ada duit n kendaraannya.

Ini ada cerita tentang kota padang yang saya ambil dari ini dan ini

Sesuai sejarah pada awalnya kota padang dihuni oleh para nelayan, petani garam, dan pedagang. Saat itu padang belum begitu penting karena arus perdagangan orang minang kabau lebih mengarah ke pantai timur, melalui sungai-sungai besar yang berpangkal di gunung merapi. Namun semenjak Selat Malaka tidak lagi aman dari persaingan dagang yang keras oleh bangsa asing seperti portugis, spanyol, inggris, belanda, malaka, kerajaan aceh, serta banyak terjadi peperangan dan pembajakan, maka arus perdagangan berpindah ke pantai barat pulau sumatera.

Karena padang memiliki muara yang bagus dan luas maka belanda datang untuk mengambil alih kawasan ini sebagai pusat perdagangan. Maka tidaklah heran dikawasan muara terdapat beberapa bangunan dari zaman VOC atau colonial Belanda. Diantara beberaapa lokasi yang terkenal adalah pasa gadang, pasa mudiak dan pasa batipuah yang kini disebut sebagai kawasan kota lama.

Kota padang pada abad ke 19 merupakan kota metropolitan atau kota terbesar di luar jawa pada  masa VOC. Kota padang tumbuh dan berkembang seiring berkembangnya perdagangan kopi . kawasan kota tumbuh bergerak dari muaro ke pasa mudiak, pasa gadang, alang laweh hingga pasar raya sekarang.

Pada abad ke?14 (1340-1375) Kota Padang dikenal berupa kampung nelayan dengan sebutan Kampung Batung dengan sistem pemerintahan Nagari yang diperintah oleh Penghulu Delapan Suku.

Pada tahun 1667 VOC lewat penghulu terkemuka “Orang Kayo Kaciak” dapat izin mendirikan Loji pertama. Daerah Batang Arau dijadikan sebagai daerah pelabuhan, yang merupakan titik awal pertumbuhan kota Padang. Kota Padang tidak hanya berfungsi sebagai kota pelabuhan tapi juga kota perdagangan. Pelabuhan tersebut terkenal dengan nama Pelabuhan Muaro.

7 Agustus 1669,
puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.

31 Desember 1799.
Seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.

1 Maret 1906.
Lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.

9 Maret 1950.
Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.

15 Agustus 1950.
SK. Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang.

29 Mei 1958.
SK. Gubernur Sumatera Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mai 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.

Tahun 1975
Secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota.*

Ini ada beberapa foto yang saya ambil dari: sini dan sini

Gedung Tua Kampung Cina

Gedung Tua Kampung Cina 2

Gedung Tua Kampung Cina 3

Jembatan Sitinurbaya 1

Jembatan Sitinurbaya 2

Lubuk Peraku

Mesjid Tua Ganting Padang

Museum Adityawarman Padang

Pantai Air Manis

Pantai Carolina Bungus 1

Pantai Carolina Bungus 2

Pantai Nirwana

Pantai Padang

Pakaian Adat Penganten Padang

Tari Piring Kaca

Silat

Randai

Lapangan Golf Ulu Gadut

Minang PlazaAir Terjun Tiga Tingkat

Published in: on June 18, 2009 at 6:39 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/06/18/ingat-kampung-halaman-d/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: