Kompetisi Hak Siar Sepakbola di Indonesia

Hak siar pertandingan sepakbola dunia terus menjadi incaran para pebisnis televisi di Tanah Air. Mereka berani merogoh kocek dalam-dalam untuk bisa menayangkan laga sport ini. Maklum, duit iklan dari tayangan ini memang sangat menggiurkan.

Tak dapat disangkal, sepakbola adalah olahraga paling populer sejagat. Makanya tanyangan pertandingan sepakbola selalu menjadi buruan para pebisnis televisi, termasuk juga di Indonesia. Lihat saja, meski putaran Piala Dunia 2010 baru digelar Juni tahun depan, sejumlah pebisnis di dunia broadcast sudah berlomba memperebutkan hak tayang kompetisi sepakbola dunia empat tahun itu.

Electronic City Entertainment (ECE) memang telah menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2010 untuk wilayah Indonesia. ECE sendiri adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Electronic City Indonesia, peritel dan distributor barang elektronik. Kini sejumlah stasiun televisi swasta berebut ingin membeli hak siar event akbar itu dari ECE. ECE menandatangani kontrak World Cup 2010 sejak 27 Juni 2007. Sayangnya, ECE kukuh tak mau berbagi soal berapa besar ongkos membeli hak siar itu. Saat ini ECE sedang bernegosiasi dengan sejumlah stasiun televisi nasional. Diantaranya RCTI, Global TV, SCTV, Indosiar, dan Trans Corp. Bentuk kerjasamanya, sifatnya partnership atau kemitraan. Jadi, tidak ada jual atau beli siaran, melainkan pembagian keuntungan dari perolehan iklan selama kompetisi Piala Dunia berlangsung.

Siapa yang akan ketiban rezeki pada kesempatan in? pihak ECE akan memberikan hak siar kepada dua stasiun televisi. Pihak ECE mengatakan bahwa peluang RCTI dan Global lebih besar ketimbang stasiun lain. Sebab, sebelumnya ECE pernah menjalin kerjasama bisnis dengan dua stasiun televisi tersebut. Menurut perusahaan induk RCTI dan Global TV mengungkapkan sejauh ini MNC masih negosiasi dengan ECE. Untuk penentuan hak siar Piala Dunia 2010 masih negosiasi. Mereka optimis bisa menyiarkan siaran bergengsi itu. Menurut Produser Eksekutif Program Olahraga Trans 7 mengatakan pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk biaya produksi bila Trans Corp menjadi partner ECE. Trans 7 sangat tertarik untuk menayangkan 64 pertandingan Piala Dunia, termasuk menayangkan acara pembukaan dan penutupan laga sepakbola itu. Begitu juga dengan SCTV. Stasiun TV itu telah menganggarkan lebih dari Rp 10 miliar jika stasiunnya terpilih menjadi mitra ECE.

Berbagai pernyataan itu seolah menjadi bukti: hak siar pertandingan sepakbola memang bisa menjadi tambang uang. Maklum, tayangan itu bakal ditonton jutaan pasang mata di seantero negeri. Dengan penonton yang begitu banyak, tentu tak sulit mendatangkan iklan. Selain acara Piala Dunia, hak siar pertandingan liga-liga Eropa juga menjadi rebutan stasiun televisi. Liga Inggris misalnya, bagaikan bola panas, kontrak siaran Premier League itu tengah menjadi incaran sejumlah stasiun televisi umum dan berbayar. Kabarnya ESPN Star Sport (ESS) sebagai pemegang hak siar Liga Inggris telah menawarkan hak siar itu ke beberapa stasiun televisi berbayar, salah satunya adalah Telekom Vision. PT Karya Megah Adijaya, pengelola Aora TV, juga mengklaim telah ditawari ESS. Sudah ada sinyal positif dari ESS. Soal harga , tahun lalu pihak ESS mematok banderol hak siar Liga Inggris US$ 25 juta per musim.

NB; Diambil dari tabloid KONTAN Minggu IV.

Published in: on June 9, 2009 at 3:08 am  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/06/09/kompetisi-hak-siar-sepakbola-di-indonesia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: