Proteksi Pendidikan Buah Hati Anda Dengan Investasi

Harapan orang tua zaman sekarang buat anak2nya adalah memberikan yang terbaik buat buah hati mereka baik kesehatan, gizi, pendidikan, dll. Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat besar biayanya. Oleh karena itu banyak orang tua zaman sekarang jauh2 hari sudah mempersiapkan biaya buat pendidikan buat hati mereka. Orang zaman dulu mengatakan “banyak anak banyak rezeki”. Tapi untuk zaman sekarang  kita harus pintar2 dalam mengelola keuangan karena untuk membesarkan satu orang anak membutuhkan biaya yang sangat besar.

Saat sekarang sudah banyak orang tua yang mempersiapkan biaya pendidikan buat anak2 sebelum anak mereka lahir. Cuma mayoritas orang tua zaman sekarang lebih banyak menggunakan tabungan untuk menelola anggaran pendidikan buat anak2 mereka. Alasannya, selain saldo tabungan bisa diambil sewaktu-waktu apabila ada kebutuhan yang mendesak. Menurut para perencana keuangan, biaya pendidikan anak naik 15% hingga 20% tiap tahun. Mengandalkan tabungan yang hanya memberikan bunga 5% tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah ini.

Menurut saya demi memenuhi kebutuhan pendidikan buah hati kita tentunya kita harus mempersiapkan uang yang tidak sedikit. Untuk mendapatkan uang itu kita harus melakukan investasi salah satunya bisa asuransi pendidikan. Seperti pengalaman teman kantor saya. Dia mengatakan, “biaya pendidikan zaman sekarang sangat mahal, kita tidak hanya mengandalkan tabungan tapi kita harus benar2 konsen buat masa depan anak. Salah satu yang kami lakukan adalah mendaftarkan dia untuk mendapatkan asuransi pendidikan. Hal ini saya lakukan agar kelak nanti jika saya tidak mampu bekerja lagi atau kesehatan saya tidak bisa diharapkan untuk mencari uang. Anak2 saya akan mendapatkan biaya pendidikan dari asuransi pendidikan itu”. Memang benar yang dikatakan teman saya, biaya pendidikan anak sangat mahal sekali. Untuk masuk TK aja, seorang ibu harus menyiapkan dana jutaan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang terbaik buat buah hati mereka. Belum lagi biaya baju seragam, baju, transportasi, dll.

Menurut perencana keuangan Safir Sebduk, “orang tua harus mengombinasikan berbagai jenis investasi untuk keperluan pendidikan buah hati mereka. Pasalnya, tiap produk pasti punya kekurangan. Kekurangan disatu produk bisa ditutupi oleh produk lain.”

Menurut informasi yang saya baca dan saya analisa sendiri bahwa asuransi pendidikan dan tabungan sama2 memeberikan keuntungan yang saling mendukung. Saya mencontohkan asuransi pendidikan murni yang memberikan imbal hasil (return) pasti. Namun, biasanya return yang diberikan lebih rendah dari bunga tabungan yang ditawarkan bank2. Selain itu, besarnya biaya asuransi pendidikan tergantung umur orang tua dan besarnya biaya pertanggungan. Adapun tabungan bisa memberikan bunga yang lebih besar dari tabungan konvensional. Tapi, tetap ada ketidakpastian pengembalian bunga. Posisi bunga tabungan akan mengikuti naik turun suku bunga acuan. Dalam tabungan hanya nilai pokok yang pasti, sedangkan bunga tidak menentu.

Berdasarkan penjelasan di atas kita sebagai orang tua disarankan untuk bisa mengkombinasikan keduanya atau mengkombinasikan dengan produk lain. Misalnya; deposito, reksadana, membeli property (tanah atau rumah), emas, dll. Saran saya jika ingin melakukan investasi jangan meletakkan dana hanya pada satu portofolio investasi kita tapi kita pecah menjadi beberapa portofolio investasi. Dalan istilah keuangan “don’t put your eggs in one basket”. Misalnya; 30% dari total dana yang disiapkan untuk biaya pendidikan, sementara 70% lainnya bisa anda sebar ke portofolio investasi lainnya.

Kelebihan dan Kekurangan

1. Tabungan Pendidikan

Kelebihan:

a)      Aman dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan)

b)      Bunga sekitar 4% – 5%

c)      Ada hadiah dan bonus

d)     Mendapatkan asuransi jiwa

e)      Bisa diambil setelah beberapa tahun (tergantung akad awal antara nasabah dan pihak bank)

f)       Bebas biaya asuransi dan pajak.

Kekurangan:

a)      Imbal hasilnya kecil, jauh di bawah inflasi

b)      Kena pinalti bila berhenti di tengah jalan

2. Asuransi Pendidikan

Kelebihan:

a)      Imbal hasil cukup besar

b)      Bebas pajak

c)      Ada asuransi jiwa dengan nilai pertanggungan hingga ratusan juta rupiah.

Kekurangan:

a)      Tidak dijamin LPS

b)      Kena potongan fee

c)      Tidak likuid

3. Reksadana Terproteksi

Kelebihan:

a)      Imbal hasil besar, bisa di atas inflasi.

Kekurangan:

a)      Tidak dijamin LPS

b)      Kena potongan pajak

c)      Tidak likuid

d)     Tidak ada asuransi

Published in: on May 17, 2009 at 3:30 am  Leave a Comment  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/05/17/proteksi-pendidikan-buah-hati-anda-dengan-investasi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: