Kredit dalam Perbankan Syariah

Mencari hutang atau pinjaman ke bank bisa menjadi solusi dalam rangka mengembangkan usaha atau bisnis anda. Saat ini bank sangat hati-hati sekali dalam mengucurkan dananya ke masyarakat. Bila usaha atau bisnis yang dikelola halal dan berkinerja baik, bank berbasis syariah akan membantu dengan memberikan kredit kepada nasabah yang membutuhkan dana segar. Tata tertib penyaluran pembiayaan di bank syariah tak berbeda dengan pengucuran kredit di bank biasa. Hanya, bank syariah menghendaki bisnis yang mereka biayai harus sesuai dengan prinsip islami.

Perbedaan lain, bank syariah tidak menarik bunga atas pembiayaan yang mereka kucurkan. Tapi, mereka meminta bagi hasil atas keuntungan yang diterima debitur dari bisnis yang dibiayai bank. Besar kecil imbal hasil (nisbah) disepakati dalam perjanjian awal (akad) antara bank dan nasabah.

Secara teoritis, dengan system bagi hasil seperti ini bank ikut menanggung resiko investasi. Kalau usaha yang dibiayai dengan pembiayaan syariah merugi, bank juga harus ikut menanggung kerugian. Tapi kenyataannya kebanyakan bank syariah berusaha menghindari resiko lewat skema pembiayaan murabahah alias jual beli.

Sebagai ilustrasi, jika anda membutuhkan modal untuk membeli mesin usaha, bank syariah seolah-olah memebeli mesin tersebut, lalu menjualnya kepada anda dengan mengambil keuntungan layaknya pedagang. Anda boleh mencicil pembelian itu selama kurun waktu tertentu dengan besar cicilan yang sudah ditentukan. Dengan skema seperti itu, bank tidak harus menanggung kerugian andaikata usaha anda merugi. Sebagaimana jual beli biasa, anda tetap harus membayar mesin itu. Jadi harap maklum jika saat in bank syariah lebih banyak memilih skema jual beli ini. Kalau bank syariah melihat prospek bisnis anda sangat cerah dengan resiko yang sangat minim, baru mereka berani menawarkan akad bagi hasil mudarabah) atau bagi hasil berbasis modal musyarakah). Dengan skema ini sebuah bank syariah akan mendapatkan bagi hasil sebesar 20% hanya dalam tempo 6 bulan. Oleh sebab itu, sebelum anda mengajukan pembiayaan sebaiknya nasabah memastikan akad syariah apa yang hendak dipakai.

(Diambil dari berbagai sumber ; KONTAN edisi April – Maret 2009 dan dari modul syariah training kerjasama beberapa bank syariah di Indonesia).

Published in: on May 11, 2009 at 7:05 am  Leave a Comment  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/05/11/kredit-dalam-perbankan-syariah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: