AISYAH INGIN ADIK BUNDA

Oleh : Miranty Syamsirwan

Namaku Aisyah Salsabilla Putri. Aku lahir dari orang tua yang sangat berada. Ayahku seorang manager di salah satu perusahaan BUMN di kota kami, sementara bundaku seorang ibu rumah tangga sekaligus dosen di salah satu universitas negri di tempatku. Usiaku saat ini sudah beranjak 15 tahun. Ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku. Aku tidak pernah merasakan kekurangan dari segi materi karena kedua orang tuaku pasti akan mengabulkan semua keinginanku. Namun aku merasa kesepian bila berada di rumah. Semua teman-temanku selalu bahagia bila menceritakan tentang adiknya, tapi aku..?? Apa yang harus aku ceritakan bila berada di rumah. Hanya seorang Mbok Inah yang selalu menemani dan menjagaku di rumah saat ayah dan bunda bekerja. Hanya buku-buku yang menemaniku saat-saat kesendirianku. Aku selalu termenung dan meratapi nasibku selama ini. Kenapa Allah tidak memberikan aku adik? Kenapa aku dilahirkan sendiri dari rahim bundaku. Apa Allah tidak sayang pada ayah dan bunda yang hanya menghadiahkan aku saja buat mereka. Allah kenapa engkau tidak sayang pada ayah dan bundaku..?

Saat aku termenung di depan kaca dengan mata sembab. Tiba-tiba bundaku masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Tanpa aku sadari, bunda melihat aku sedang menangis. Lalu tiba-tiba bunda membelai rambutku yang panjang dan memelukku.

“Ada apa sayang bunda, kok sore-sore nangis..?? Apa ayah dan bunda punya salah nak…?” kata bunda sambil mencium keningku.

Ehhh, bunda, kapan bunda pulang dari kerja…? Kok gak ngetok pintu sebelum masuk ke kamar Aisyah bunda.” jawabku.

“Bunda gak boleh masuk ya ke kamar Aisyah lagi, kenapa harus mengetuk pintu nak…? Biasanya khan bunda kalo masuk ke kamar Aisyah gak perlu ngetuk pintu dulu…” jawab bunda sambil menghapus air mata di pipiku

Anak bunda kenapa kok nangis, ada apa nak…? Ada masalah di sekolah…?” kata bunda.

“Gpp bunda, Aisyah gpp mungkin kecapean aja karena sekolah dan akhir-akhir ini banyak tugas…” jawabku spontan.

“Bener nak gak ada masalah,” kata bunda “tapi bunda gak yakin dech kalo cuma itu masalah Aisyah. Bunda yakin kamu menyimpan masalah besar dan kamu gak mau kasih tau ayah dan bunda. Bener gak sayang…?” jawab bunda.

Kok bunda tau aku lagi memikirkan sesuatu…?” jawabku manja.

“Tuuuh… khan bener kata bunda, kalo Aisyah lagi memikirkan sesuatu,” jawab bunda spontan. “Ayo jujur sama bunda, apa yang Aisyah pikirkan, bunda akan denger semuanya.”

“Begini bunda, sebenarnya selama ini Aisyah sedih karena Aisyah pengen seorang adik. Selama ini Aisyah kesepian kalo di rumah bunda. Aisyah bertanya sama Allah kenapa Allah gak sayang sama ayah dan bunda…? Kenapa Allah cuma menghadiahkan Aisyah buat ayah dan bunda…? Sementara teman-teman Aisyah punya dua ampe tiga orang adik. Mereka selalu belajar bersama, liburan bersama, tertawa bersama, main-main bersama. Selama ayah dan bunda pergi kerja, Aisyah cuma seorang diri melakukan semuanya tanpa ada canda tawa dari adik-adik. Setiap Aisyah ngumpul bareng teman-teman Aisyah, mereka selalu menceritakan tentang adik-adik mereka. Aisyah Cuma bisa dengar aja bunda. Aisyah pengen punya adik bunda,” jawabku sambil menangis dan memeluk bunda.

“Aisyah sayang gak boleh menyalahkan Allah atas semua yang udah Allah berikan untuk Aisyah. Coba Aisyah tanya sama diri sendiri apa Aisyah pernah kekurangan selama ini. Apa yang Aisyah inginkan, ayah dan bunda pasti akan mengabulkan, setiap liburan ayah dan bunda selalu menemani Aisyah, sabtu minggu khusus kami sediakan waktu buat Aisyah, kita selalu makan bersama dan bunda lihat Aisyah gak pernah sedih kalo ayah dan bunda di rumah,” jawab bunda panjang lebar.

“Tapi Aisyah pengen punya adik bunda,” jawabku spontan.

“Aisyah, kelahiranmu di dunia merupakan anugerah terindah yang Allah berikan untuk ayah dan bunda.Selama ini bunda gak pernah cerita ke Aisyah tentang bunda. Bunda merasa kamu masih kecil untuk mengetahui itu semua. Tapi kalo Aisyah pengen tau, bunda akan cerita.”

‘Aisyah, Allah sangat sayang sama bunda telah memberikan Aisyah buat ayah dan bunda. Karena sebelum Aisyah lahir, bunda pernah hamil tiga kali dan tiga anak bunda maninggal di dalam rahim bunda disebabkan karena kandungan bunda yang sangat lemah. Dokter mengatakan saat itu kalo bunda gak bisa melahirkan karena sudah tiga kali bunda keguguran. Jika bunda hamil, itu akan beresiko terhadap kesehatan dan nyawa bunda. Saat itu dokter menyarankan akan mengangkat rahim bunda. Tapi bunda gak mau diangkat karena bunda yakin bunda masih bisa punya anak walau harus mengorbankan nyawa bunda. Bunda yakin dan percaya sama Allah, bunda selalu berdoa sama Allah agar diberikan anak walau hanya satu orang. Karena ayah dan bunda janji sama Allah, jika kami diberikan anak, kami akan menjaga dan marawatnya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Kami akan mencurahkan seluruh perhatian kami untuk anak kami. Alhamdulillah 2 bulan setelah pernyataan dokter, bunda hamil dan ayah mneganjurkan bunda untuk berhenti sementara mengajar dan memfokuskan pada kandungan kami. Alhamdulillah selama 9 bulan, penantian itu datang, Aisyah kecil bunda lahir dengan kondisi fisik yang sangat sempurna. Ayah sangat bahagia mendengar pengakuan dokter kalo anak kami lahir dengan sehat dan sempurna tanpa kekurangan apapun. Sejak saat itu, kami mencurahkan rasa syukur kami terhadap Allah dengan menjaga dan merawatmu dengan sungguh-sungguh. Jadi, bukan karena Allah gak sayang sama bunda tapi karena memang ini adalah jalan terbaik yang Allah kasih buat bunda. Aisyah gak boleh sedih, karena kita harus bersyukur terhadap apa yang udah Allah kasih untuk kita. Tadi bunda sudah diskusi sama ayah akan memberikan Aisyah adik perempuan dan adik laki-laki.” cerita bunda panjang lebar.

“Adik laki-laki dan adik perempuan bunda…? jawabku

“Iya sayang, Aisyah dapat dua adik sekaligus,” jawab bunda.

”Sebulan yang lalu, saat ayah dan bunda pulang berobat di Jakarta, bunda melihat seorang ibu yang sedang kesakitan menahan sakit sebelum melahirkan. Ibu itu memanggil ayah dan bunda keruangan operasinya. Ibu itu berpesan kepada ayah dan bunda kalo anaknya lahir nanti tolong dirawat, dijaga dan dianggap sebagai anak sendiri. Karena kata dokter yang akan mengoperasi ibu itu, kemungkinan besar ibunya tidak bisa diselamatkan. Alhamdulillah, anak ibu itu lahir dengan selamat. Ayah dan bunda serta dokter yang membantu proses kelahiran anak ibu itu tidak menyangka kalo ternyata, si ibu itu melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan. Subhanallah, kami bersyukur pada Allah karena Allah telah menitipkan kami sepasang bayi laki-laki dan perempuan kehadapan kami. Ayah dan bunda sangat senang sekali walau bukan dari rahim bunda tapi ayah dan bunda berjanji akan merawat kedua bayi ini seperti anak kami sendiri dan akan bersikap adil dalam mengasuh dan mengurusnya. Dan rencana ayah dan bunda akan memberitahukan Aisyah jika proses administrasinya selesai dan menunggu saat yang tepat untuk cerita ke Aisyah, kalo akan ada anggota baru yang masuk dalam kehidupan kita. Bunda takut cerita ke Aisyah, takut kalo Aisyah gak terima karena tentunya kasih sayang kami tentu akan terpecah dengan kehadiran sepasang anak di rumah kita nak,” jawab bunda.

“Bunda, Aisyah seneng banget dengernya, tentu saja Aisyah setuju dan ikhlas bunda. Apalagi Aisyah akan dapat sepasang adik walau bukan dari rahim bunda. Aisyah janji bunda akan selalu menjaga dan merawat adik Aisyah seperti adik kandung Aisyah sendiri. Terima kasih bunda, Aisyah sayang kalian,” jawab Aisyah sambil memeluk bunda erat-erat.

***

Terima kasih Allah engakau telah mengabulkan doaku selama ini, walau bukan adik kandungku sendiri tapi akau berjanji akan selalu mencintai adik-adikku. Sekarang aku tidak kesepian lagi jika berada di rumah karena rumah akan selalu ramai dengan suara-suara dua malaikat kecil yang Allah hadiahkan untukku.

Published in: on January 23, 2009 at 3:09 pm  Leave a Comment  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2009/01/23/aisyah-ingin-adik-bunda/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: