Emas Buat Investasi Jangka Panjang…

Menyimpan emas merupakan salah satu alternatif investasi jangka panjang yang pas dilakukan bagi para pemilik modal yang punya dana lebih. Karena selain digunakan sebagai perhiasan bagi para kaum hawa emas juga digunakan sebagai alat investasi yang sifatnya liquid. Maksudnya liquid emas bisa dijual saat ada kebutuhan yang mendesak, anda bisa langsung menjual emas untuk mendapatkan rupiah.

Sesuai dengan prinsip keuangan “Don’t Put Your Eggs in One Basket”. Maksudnya adalah jika anda punya uang lebih jangan meletakkan 100% dana anda dalam satu portofolio investasi saja. Jadi letakkanlah dana anda pada berbagai portofolio investasi agar dana anda lebih aman (meminimal resiko yang akan anda tanggung). Jadi jika satu portofolio investasi mengalami penurunan dana anda tidak habis semuanya, masih ada dana anda yang selamat. Misalnya: 30% dari dana anda diinvestasikan ke emas, 30% lagi beli tanah, 20% saham or obligasi, 20% tabungan or deposito. Jika saat ini harga saham melemah maka resiko yang anda tanggung hanya 20%  sementara dana anda yang 80% masih bisa diselamatkan.

Sebagai alat tukar, emas sangat istimewa dibanding dengan mata uang kertas atau logam lainnya. Emas punya nilai paling stabil, maksudnya paling tahan terhadap inflasi. Dengan mata uang lain, harga-harga barang terus naik. Tapi, harganya tidak berubah dengan uang emas. Namun ada bebarapa faktor yang menyebabkan harga emas bisa di pasar bisa berubah yaitu:

1. Faktor nilai tukar dolar AS. Seperti kita ketahui kalo harga emas internasional dibanderol dengan dollar AS. Ketika harga dollar AS menguat, maka harga emas pun menguat. Begitu pula sebaliknya.

2. Faktor  Harga Minyak Bumi. Maksudnya jika harga minyak bumi naik, harga emas juga ikutan naik. Begitupula sebaliknya jika harga minyak bumi turun maka harga emas turun. Hal ini disebabkan sumber energi minyak bumi punya korelasi positif dengan emas. Seperti saat sekarang ini harga minyak bumi mengalami penurunan di posisi sekitar US$ 60-80 per barrel.

3. Faktor Inflasi. Nilai emas relatif setara dengan naik turunnya harga barang jadi. Jika harga barang-barang naik (inflasi), harga emas akan naik. Begitu pula sebaliknya. Seiring dengan turunya harga minyak bumi dan melemahnya kondisi ekonomi dunia, inflasi otomatis akan terkendali. Tapi ada juga kekhawatiran akan terjadi deflasi atau tingkat inflasi negatif, saat harga2 barang dan jasa yang selalu mengalami penurunan.

Nah bagi yang punya uang lebih kayaknya investasi emas ini layak dilirik. Karena kebetulan saat sekarang harga emas turun. Namun kita juga harus hati2 karena setiap investasi yang kita lakukan pasti memiliki resiko. Terutama saat sekarang ini kita harus hati2 dalam menyimpan emas karena kondisi ekonomi dimana harga barang yang serba mahal dan banyaknya pengangguran banyak orang dengan berbagai cara untuk bisa mendapatkan rupiah. Namun alternatif menitipkan emas anda ke bank dengan cara menyewa safe deposite box bisa dijadikan cara untuk melindungi emas anda…🙂

Published in: on November 9, 2008 at 1:46 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://mirasyam.wordpress.com/2008/11/09/emas-buat-investasi-jangka-panjang/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Emas memang lebih cocok untuk investasi jangka panjang, karena kalau jangka pendek, untungnya hanya sedikit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: