╰♥✽♥╮ Jilbab Kok Dibuat Kedok! ╰♥✽♥╮

Bismillahirrahmanirrahim…

“Pakai jilbab yang bener ya Say! Mendingan kayak aku, meski nggak pakai jilbab tapi hati selalu baik. Daripada pakai jilbab tapi dibelakang masih suka ngelakuin yang macem-macem. Iihh… Malu tuh sama si jilbab.” “Halah, jilbabmu Cuma kedok doank! Semua orang juga tau, paling-paling buat tebar pesona doank, ikut-ikutan doank, kan lagi ngetrend tuh!” Yang dituduh hanya tertunduk, hatinya terus berteriak “ini bukan kedok, sama sekali bukan !”, tapi orang-orang yang di sekitarnya seolah enggan melihat perubahan yang terjadi pada dirinya. Sedikit demi sedikit sindiran halus sampai yang terang-terangan memojokkannya, berhasil menguasai hati. Akhirnya, karena rasa nggak percaya diri, taku terus disindir dan takut mengecewakan orang-orang di sekitarnya, dia rela.menanggalkan jilbabnya. Sangat disayangkan, tuduhan-tuduhan sebagian orang pada muslimah berjilbab seringkali membuat mereka resah, ragu, bahkan ada yang dengan suka rela akhirnya menanggalkan jilbabnya. Hanya karena satu orang yang berbuat, semua muslimah seolah-olah menjadi tersangka utama. Hanya karena satu orang yang berbuat kesalahan, semua muslimah jadi patut dituntut. Sebagian muslimah seakan dijejali trauma ketika tuduhan –tuduhan menyakitkan terus menggerogoti, seakan para muslimah ini makhluk paling bersalah karena menggunakan jilbab. Tentu saja, hal ini adalah permainan syetan, mana ada syetan yang mau seorang muslimah berubah menjadi tunduk atas perintah Rabbnya. Maka, bekerjalah si syetan lewat aksi wanita yang ‘enggan’ menggunakan jilbab, dengan cara halus bahkan dengan cara seenaknya. Hanya dengan alasan-asalan nggak masuk akal seperti jilbab hati dulu lah atau mendingan nggak pake jilbab tapi baik, daripada pakai jilbab tapi kelakuan nggak banget. Faktanya, mereka hanya ingin mencari kawan agar ada yang menemani mereka nggak pakai jilbab atau hanya mencari pembenaran agar mereka nggak terkena gugatan karena nggak taat atas aturan Rabbnya yang tercantum dalam Surat An Nur 31 dan Al Ahzab 59. Ketidaksempurnaan manusia nggak akan berubah meski dia memakai jilbab, seorang muslimah berjilbabpun nggak lepas dari kesalahan karena itu memang fitrahnya sebagai manusia. Hanya saja mereka tetap berusaha untuk taat terhadap Pencipta-Nya dengan melaksanakan aturannya, inilah bukti kecintaannya pada Sang Pencinta. Bukan hanya asal berkata “aku cinta pada-Nya” tapi enggan menerima perintah-Nya, apakah ini bisa dibilang mencintai-Nya? Nggak ada alasan seorang wanita enggan menggunakan jilbab, karena ketika Allah memerintahkan maka wajiblah untuk kita melaksanakannya. Kalaupun masih ada yang enggan berjilbab karena dia takut kalau nggak bisa jaga jilbabnya, maka sudah sepantasnya dia bertanya pada hatinya, apakah dengan nggak berjilbab dia sudah bisa menjadi seseorang yang sempurna yang nggak pernah berbuat kesalahan? So, Azzamkan dalam diri kita bahwa kita berjilbab karena Allah Azza Wa Jalla, bukan karena yang lain. Jadi ketika ada orang lain yang menganggap remeh jilbab kita, kita kembalikan kepada Allah. Karena hanya Dia yang memahami niat kita, keinginan kita, rasa sedih kita, nggak ada yang lain. Biarlah orang lain berkata bahwa jilbab yang kamu dan aku pakai sebagai kedok, topeng atau apalah, yang pasti Allah Subahanahu Wa Ta’ala nggak akan pernah salah mengenali hamba-hambaNya. “Katakanlah: Apakah (mau) Kami beritahu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia saja perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat usaha yang sebaik-baiknya. Mereka itulah orang-orang yang mengingkari (kufur) terhadap ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, maka hapuslah amal pekerjaan mereka, dan Kami mengadakan suatu pertimbangan terhadap (amalan) mereka di hari kiamat.Demikianlah, balasan mereka ialah jahanam, disebabkan mereka kufur/ingkar dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul- Ku sebagai olok-olok.”(Surat Al-Kahfi (18) ayat 103-106) Wallahua’lam bish shawwab. -✽ Bukan Muslimah Biasa ✽- Dipersilahkan bagi yang mau Tag / Share.. Semoga bermanfa’at.. InsyaAllah

From: FB Muslimah Solehah

Published in: on July 29, 2012 at 4:19 am  Leave a Comment  

Aku Ingin Anak Lelakiku Menirumu

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya:“Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!”
Suamiku menjawab:“Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.”
Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.
…Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di rumah Lalu kubilang pada suamiku:
“Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.”
Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata:
“Oh ya. Ide bagus itu.”
Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat! Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.
Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika.
Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya. Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau lantaran banyak tamu dan ia kelelahan. Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima.
Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah. Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu, katanya.
Published in: on February 20, 2011 at 6:08 pm  Comments (6)  

Hukum Islam tentang menambahkan nama suami di belakang nama isteri

By Kembang Anggrek on Friday, February 18, 2011 at 5:38am

Setelah menikah, terkadang seorang wanita menambahkani namanya belakangnya dengan nama suaminya.

Dan banyak seorang wanita muslimah setelah menikah, lalu  menisbatkan namanya dengan nama suaminya, misalkan : Maryani menikah dengan Amiruddin, kemudian ia memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Maryani Amiruddin.

Bagaimana pandangan Islam mengenai perihal penamaan ini ?

Dalam ajaran Islam, Hukum Penamaan adalah hal yang penting.

Setiap laki-laki ataupun perempuan hanya diperbolehkan menambahkan ” nama ayahnya ” dibelakang nama dirinya dan mengharamkan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya dibelakang namanya, meskipun nama tersebut adalah nama suaminya.

Karena dalam ajaran islam. Nama lelaki dibelakang nama seseorang berarti “keturunan atau anak dari lelaki tersebut. Sehingga, tempat tersebut  “hanya boleh” untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua kandungnya

Berbeda dengan budaya barat,  seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama: Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan lain-lain.

Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih.

Sabda Nabi Shollallohu Alaihi wa Sallam :

مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لاَ يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً

“Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Alloh, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, Alloh tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah”

Dikeluarkan oleh Muslim dalam al-Hajj (3327) dan Tirmidzi dalam al-Wala’ wal Habbah bab Ma ja’a fiman tawalla ghoiro mawalihi (2127), Ahmad (616) dari hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu.

Dan dalam riwayat yang lain :

مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ، فَالجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ

“Barang siapa bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.”

Dikeluarkan oleh Bukhori dalam al-Maghozi bab : Ghozwatuth Tho`if (3982), Muslim dalam “al-Iman” (220), Abu Dawud dalam “al-Adab”

Hadist yang juga mendukung hal ini adalah:

لَيْسَ لَهُ فِيهِمْ – أي نسب – فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Artinya: tidaklah seseorang mendakwakan kepada selain ayahnya sedangkan dia mengetahuinya kecuali dia telah kafir, barangsiapa yang mendakwakan kepada suatu kaum sedangkan dia tidak memiliki nasab dari mereka, maka hendaklah dia memesan tempatnya dalam neraka ( Bukhari – 3508 )

اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ) رواه ابن ماجة (2599) وصححه الألباني في صحيح الجامع (6104

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (Barangsiapa yang menisbatkan dirinya kepada selain ayahnya, maka baginya laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya)

HR Ibnu Majah(2599) dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ (6104).

Pemberlakuan yang dibolehkan ialah dengan memberikan suatu keterangan: misalkan Astuti menikah dengan Rahmat, maka silahkan memperkenalkan diri dengan sebutan : Astusti istrinya Rahmat atau hanya dengan Nyonya Rahmat atau Ibu Rahmat.

Hal tersebut diatas  tidak berkaitan dengan permasalahan nasab / garis keturunan.

Karena didalam hukum Islam jika Astuti menggabungkan namanya menjadi Astuti Rahmat, hal itu berarti Astuti anak dari laki-laki yang bernama Rahmat.

Tidak kita temukan dalam sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa istri dinisbatkan kepada suaminya, karena para istri Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam yaitu para ibu kaum mukminin menikah dengan manusia yang paling mulia nasabnya namun tidak seorang dari mereka yang dinisbatkan kepada nama beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bahkan mereka semua masih dinisbatkan kepada ayah mereka meskipun ayah mereka  kafir, demikian pula para istri sahabat radhiallahu anhum dan yang datang setelah mereka tidak pernah mengganti nasab mereka.

Kesimpulannya kita sebagai muslim yang memiliki jati diri, yang taat kepada Allah Ta’alaa hendaklah kita mencontoh apa yang telah diajarka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Semoga beemanfaat.

Source : http://www.facebook.com/pages/Sajadah-Kalbu/122456477795900 ~Sajadah Kalbu~

Published in: on February 20, 2011 at 5:53 pm  Leave a Comment  

Menikahlah Dengan Perasaan Dan Hati Bukan Logika

Dalam Pernikahan banyak hal yang harus kita perhatikan, salah satunya
cinta, perasaan dan uang. Ketiga hal tersebutlah yang kadangkala
membuat kita bingung harus pilih yang mana. Namun pada dasarnya hanya
diri kitalah yang tahu siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita yang
benar- benar tepat.

Janganlah terlalu cepat menilai seseorang dari penampilan pisik dan
seabreg kelebihan-kelebihan lainnya, karena semua itu kadangkala
hanyalah sebuah topeng yang akan jelas terlihat setelah kita hidup
bersamanya.

Hidup adalah sebuah pilihan yang harus ditempuh setiap orang dan allah
telah menetapkan takdir setiap manusia dimuka bumi atas kehendaknya
yang tidak bisa dirubah oleh siapapun. Dan kita sebagai makhluk
ciptaanNya hanya bisa berdoa dan berusaha untuk mendapatkan apa yang terbaik
dalam hidup dan tentunya dengan extra kerja keras.

Tak ada rasa penyesalan yang dalam atas pilihan hidup yang telah kita
lalui karena pada akhirnya kita hanya akan menyalahkan Tuhan…
naudzubillah…

Masa pahit yang telah kita lalui jangan-lah dijadikan alasan atas
pilihan-pilihan hidup yang telah kita buat, justru rasa pahit itulah
yang kita jadikan cambuk atas apa yang kita lakukan agar kita menjadi
manusia yang lebih baik dan lebih lebih lebih.

* Pernikahan harus didasari cinta karena tanpa cinta hati kita akan
mati, kita menikahi seseorang bukan hanya terpaku apa yang ada di raga
orang tersebut tetapi seluruh jiwa dan raganyalah yang kita nikahi,
jadi sekali kita memutuskan tuk menikah hanya sekali itulah cinta kita
berlabuh kedalam hatinya.

* Pernikahan harus pula didukung oleh Perasaan karena tanpa perasaan,
cinta kita akan mati dan tanpa cinta perasaan kita akan hilang. The
point is : Cinta dan perasaan adalah dua hal yang tidak dapat
dipisahkan Karena dua hal tersebut berasal dari satu hati yang sama.
Memang benar kadangkala Cinta membutakan perasaan kita, namun seberapa
buta dirikita nantinya hanya kitalah yang mampu merubahnya.

* Memang uang menjadi salah satu dari sekian banyak kasus perceraian,
namun janganlah kita mendewakan uang karena itu hanyalah titipan tuhan
yang dapat diambil dan dikembalikan kepada kita hanya semudah
membalikan telapak tangan. Berapapun gaji yang diterima oleh masing 2 pasangan
kita, kita harus bersyukur karena coba tengok kebelakang …berapa
ribu orang yang mengemis, menganggur, mengamen dijalan karena mereka
tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Semakin kita bersyukur atas apa yang kita terima…insya Allah…Allah
akan menambah Rizki kita dalam hitungan sepersekian detik.

Cobaan dalam rumah tangga memang tidak sedikit…sekecil apapun
masalahnya akan tetap menjadi masalah yang harus secepatnya
diselesaikan. Dari pengalaman hidup yang saya alami ada beberapa hal
yang mungkin sedikit dapat membantu kita menyelesaikan setiap konflik
atau mungkin menjaga agar konflik tersebut tidak sampai hadir dalam
rumah tangga kita.

1. Usahakan untuk tetap berkomunikasi dengan masing masing pasangan
walaupun hanya dalam hitungan detik karena dengan begitu pasangan kita
akan merasa dihargai dan akan melakukan hal yang sama.

2. Jangan biarkan masalah menginap satu malam diatas tempat tidur
kita….sebelum kita memutuskan untuk tidur, masalah tersebut haruslah
sudah selesai dengan kata MAAF, karena kita tidak akan pernah apakah
kita akan bangun lagi dikeesokan harinya sebelum mengucapkan maaf.

3. Cobalah untuk diam dikala salah satu dari kita dalam kondisi marah,
dan barulah kita, masuk setelah marah dalam dirinya sudah mulai reda.

4. Berilah kepercayaan penuh kepada pasangan kita, insya allah dia
akan menjaga kepercayaan yang kita berikan.

5. Hindari rasa cemburu yang membabi buta tanpa alasan yang jelas. Be
Positive for Everything he/she do.

6. Cobalah tuk bersikap terbuka satu sama lain dengan menyebutkan
kelebihan dan kekurangan masing masing kita tanpa rasa beban…
misalnya:
Aku ngga suka atas apa yang kamu lakukan……bla bla bla.. Sayang ..
.kamu kelihatan cantik sekali hari ini
Berilah pujian walaupun sedikit dan sederhana dan jangan lah jadikan
kekurangan pasangan kita sebagai senjata tuk melemahkannya dikala kita
bertengkar.

7. Ucapkan kalau kita mencintainya setiap kali kita mau tidur, bangun
tidur, ngobrol dan hal itu harus dilakukan setiap hari. Memang
sederhana ….namun khasiatnya sangatlah luar biasa..kita akan merasa
memiliki satu sama lain dan batin batin kita terdapat sebut tali pengikat yang
sangat kuat, dimanapun kita berada, dia selalu ada dalam hati kita dan
menemani setiap aktifitas yang kita lewati sehari hari.

8. Jadikan pasangan kita sebagi Teman, Sahabat, Kakak, Adik, Suami,
Istri dan Pengganti dari orang tua kita dan Insya Allah pertengkaran
itu dapat dihindari.

9. Buang jauh segala permasalahan hidup diluar dan jangan dibawa
pulang kerumah..bedakan mana rumah, mana kantor.

10. Buatlah rumah kita sebagai tempat peristirahatan, peredam,
penyelesaian konflik atas semua permasalahan hidup yang kita hadapi.

Konflik akan selalu ada dalam kehidupan ini, tinggal bagaimana kita
menyikapi atas setiap konflik yang ada secermat, searif dan
sebijaksana mungkin.

MENIKAHLAH DENGAN PERASAAN DAN HATI DAN BUKAN DENGAN LOGIKA, KARENA
KITA TAK AKAN PERNAH TAHU APAKAH LOGIKA KITA AKAN BENAR ATAU TIDAK
TETAPI JIKA PERASAAN DAN HATI KITA YANG BERJALAN, INSYA ALLAH KITA TIDAK AKAN
SALAH DALAM MEMBUAT PILIHAN DALAM HIDUP.

Sumber;

http://tentang-pernikahan.com/article/articleindex.php?aid=806&cid=1

Published in: on February 22, 2010 at 4:37 am  Comments (5)  
Tags: ,

Kiat Mengenal Calon Tanpa Pacaran

Karya : Kak Hadi Bin Ahmad

tentang-pernikahan.com – tips mengenal si ”dia” ;-)Untuk mengenal calon tanpa pacaran dapat kita ketahui melalui cara-cara yang efektif, yaitu
:1.Bertanyalah kepada orang yang dianggap paling dekat dengan calon tersebut yang dapat dipercaya sehingga Insya Allah informasi yang kita dapatkan cukup objektif. Dari sinilah kita dapat mengenali sifat-sifat yang tidak nampak dalam tampil sekejap dan sifat-sifat ini penting bagi yang ingin membangun
rumah tangga bersama. Dalam sebuah syair diungkapkan ‘ Jika kamu ingin bertanya tentang seseorang tanyalah kepada orang terpercaya yang paling dekat dengan orang tersebut (sahabat), karena orang yang saling bersahabat itu saling mempengaruhi”. Namun untuk mengetahui penampilan/fisiknya tentu dengan melihat dan cara melihatnya tanpa sepengatahuannya.
2.Untuk mendapatkan kemantapan, lakukanlah sholat istikharah dan mohonlah kepada Allah karena Dia yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita. Rasulullah
saw bersabda : ”Kalau anda menginginkan sesuatu maka lakukan salat dua rakaat, rakaat awal setelah membaca al-Fatihah membaca al-Kafirun dan pada rakaat kedua
surat al-ikhlas lalu berdoa…… ( doa istiharah).

3.Setelah memiliki kecendrungan yang kuat untuk mempersunting maka langkah selanjutnya adalah perkenalan (ta’aruf) antar keduanya secara lebih dekat
yaitu secara langsung, namun tetap menjaga norma-norma Islam.

4.Setelah itu, maka diteruskan dengan proses berikutnya sampai akad nikah. Tentu dalam hal ini kedua keluarga memiliki kontibusi yang sangat dominan. Karena keterangan no 1-3 baru menjelaskan bagaimana mengenali sang calon tanpa pacaran.

5.Kenapa untuk mengenali sifat-sifat calon tidak melalui pacaran terlebih dahulu ? Karena Pernikahan yang diawali dengan pacaran dapat diibaratkan membeli
buku yang dijadikan contoh(sample) dari jenis buku yang mahal. Umumnya buku yang seperti ini di toko-toko buku dibungkus dengan plastik rapat disertai
peringatan yang bertuliskan Membuka berarti membeli ‘sehingga bagi para pembeli untuk mengenali buku tersebut secara terperinci ada dua pilihan, yaitu pertama, dengan membuka buku tersebut dan membacanya, akibatnya buku tersebut sangat
lecek dan makin lusuh bila semakin banyak orang yang membacanya. Akhirnya hampir semua pembeli menolak untuk menerimanya sebagai barang beliannya kecuali sangat memaksa. Membeli buku seperti inilah ibarat pernikahan yang diawali dengan pacaran. Pilihan kedua, karena buku tersebut mahal terbungkus rapi dan
membukanya adalah berarti membeli maka untuk mengetahui isinya sang pembeli bertanya kepada petugas melalui katalog komputer atau terlebih dahulu bertanya
kepada orang yang telah memiliki dan membacanya sehingga dia memperoleh buku yang benar-benar baru belum pernah disentuh oleh siapapun termasuk pembelinya. Inilah ibarat orang yang menikah dengan tidak proses pacaran tadi.

Pada interval menanti hingga akad nikah nanti memang sering terjadi rindu kangen dan seterusnya. Rindu yang seperti ini merupakan kerinduan yang menjadi
kesempurnaan sifat manusia. Kerinduan yang tidak mampu di tolak oleh manusia itu sendiri.

Imam Ibnu Qoyyim mengkatagorikan sebagai rindu yang sah-sah saja terjadi pada setiap manusia dan manusia tidak mampu memilikinya dan menolaknya, sepanjang
tidak dibawa oleh kerinduan tersebut kepada ma’siat kepada Allah bahkan kita bersabar untuk menahannya maka hal itu tidak apa-apa dan itulah rindu yang
karena Allah.

Tetapi jika rindu tersebut justru yang membawa kita ke jalan hawa nafsu itulah rindu karena hawa nafsu bukan karena Allah. Wallahu ‘alam

Published in: on February 22, 2010 at 4:04 am  Leave a Comment  
Tags: , ,

Do’a Dikala Ragu Akan Dirinya

Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do’a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan ya….:)


Ya Allah…
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah… ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
…Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya…

Dan ya Allah yang tercinta…
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya….

Ya Allah ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik untukku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

—————————————-
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
—————————————-

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin… Ya Rabbal ‘Alamin

Sri~Haryati
Ingat saja prinsip sepakbola.
Jangan menyerah walau kelihatannya tidak ada harapan.
(Morris Gleitzman dari Buku Boy Overboard)

Sumber;

http://tentang-pernikahan.com/article/articleindex.php?aid=941

Published in: on February 22, 2010 at 3:53 am  Leave a Comment  
Tags: , , , ,
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.