Perkenalan yang singkat

Mohon maaf ya jika cerpen-cerpen yang saya buat kurang bagus menurut teman-teman. Saya mohon kasih kritikan dunk. Tapi jangan diledekin ya karena saya sadar kok kalo cerpen ini jauh dari sempurna. Yah, namanya belajar… :D

Selamat menikmati… :)

Oleh : Miranty Syamsirwan

Hari sudah hampir pukul 11.30. Merupakan suatu kebiasaanku dan rekan-rekan di kantor saatnya untuk makan siang. Jadwal makan siang di sini 30 menit lebih cepat dibandingkan jadwal makan siang di kantorku yang lama. Proses aku di kantor yang baru ini memang sangat instant. Aku sendiri tidak tau kenapa tiba-tiba asisten manager bosku menawarkan aku tempat kerja yang lebih menantang dan akan mendapatkan pengalaman yang bagus kata mereka. Sebab di kantorku yang baru ini merupakan tempat dimana aku mengetahui alur perusahaan seperti apa, mulai dari project akan di usulkan sampai project itu selesai dikerjakan. Di tempat ini aku mendapatkan banyak pengalaman, banyak teman baru, tugas baru.

Tak terasa sudah hampir 1 bulan aku berada disini. Sedikit demi sedikit aku mulai tau budaya kerja disini seperti apa, lingkungan kerja, manajemen kerja serta gossip tentang teman satu dengan teman yang lainnya. Posisiku disini hanyalah sebagai tempat untuk curhat buat mereka dan berbagi. Sehingga kadang aku jadi tau karakter dan sifat si A, si B atau si C dari cerita temanku. Walaupun aku gak tau seperti apa kebenaran dari cerita itu.

“Ahhh, alhamdulillah kerjaanku hampir selesai,” kataku pada Halimah.

“Aku juga Mir hampir selesai, jawab Halimah balik, “Haaa, ternyata sudah pukul 11.30 waktunya buat makan siang dan tidur sebentar sampai jam 13.00.”

Lalu tiba-tiba masuk temanku yang berasal dari kantor sebelah menyapa aku dan Halimah yang mulai bersiap-siap mengambil makan siang di dalam tas kami masing-masing.

“Assalamualaikum Mira dan Halimah,” kata temanku sambil membuka pintu ruangan yang sengaja kami tutup.

‘Waalaikum salam Kak Rini, jawabku sambil merapikan dokumen yang berserakan di mejaku.

“Makan yuk, kakak udah lapar nih lagi pula sudah hampir pukul 12.00 ntar jatah tidur siang kita jadi sebentar,” jawab Kak Rini sambil mengambil kursi dan meletakkannya dihadapanku.

Lalu kakak itu mulai membuka bekal yang ia bawa dari rumah sambil bercerita panjang lebar tentang pernikahannya yang dimulai dengan perkenalan yang sangat instant sampai dia mengambil keputusan menikah.

“Mira kamu tau gak, awal kakak kenal sama calon kakak sangat instant lho, kata dia. “Oh ya! gimana prosesnya kak sampai sebegitu instantnya sehingga kakak sampai yakin kalo dia adalah suami yang terbaik yang diberikan Allah untuk kakak.”

“Gini Mira dan Halimah, setahun yang lalu kakak banyak dikenalkan dengan beberapa cowok dan mereka rata-rata baik semua, berpendidikan serta memiliki posisi yang bagus di perusahaan mereka masing-masing. Mulai dari Mas Arif seorang pegawai perusahaan kontraktor sebagai Mechanical Engineering lulusan UGM. Bang Rinto seorang pegawai PLN sebagai Electrical Engineer lulusan UI. Bang Rudi seorang lulusan jurusan Geologi di UI, bahkan tahun ini insya allah akan menamatkan S2-nya jurusan Perminyakan di salah satu universitas di US. Bang Rudi merupakan pegawai satu-satunya yang mendapat kesempatan untuk sekolah di US dan mengambil jurusan perminyakan. Merupakan sosok yang bisa dikatakan sempurna buat seorang calon suami. Jawab Kak Rini panjang lebar, “Mira, Halimah, baru kakak tau ternyata dia…?” jawab Kak Rini sambil mengeluarkan air matanya

“Ternyata dia apa kak…?, jawab kami bersamaan.

“Ternyata dia laki-laki yang tidak baik Mira!!” kata Kak Rini…

“Gak baik gimana maksudnya kak, jawabku “terus apa yang membuat kakak gak memilih dia sebagai suami kakak, apa sich yang kurang dari dia…??

Lalu kak Rini menceritakan secara detail tentang itu cowok. “Gini Mira dan Halimah. Bang Rudi itu ternyata sudah menikah dan memiliku seorang anak laki-laki.“

Kok bisa kak, jawabku penasaran.

“Gini Mira sewaktu ayah dan ibunya bercerai, Bang Rudi tinggal dengan nenek dari ayahnya sampai ia kuliah S1. Sewaktu selesai kuliah S1, ayah Bang Rudi meninggal karena penyakit kanker hati. Lalu, bang Rudi mendapatkan kesempatan kuliah dari kantornya ke US mengambil jurusan Perminyakan. Saat Bang Rudi kuliah S1 sampai S2 kami masih pacaran. Namun tiba-tiba entah wahyu dari mana allah membuka mata kakak. Saat itu kakak kangen banget sama Bang Rudi dan ingin mengunjugi dia di US. Tiba-tiba saat kakak menghampiri apartmentnya, kakak melihat dia membawa seorang bayi dan menggandeng seorang wanita bule.

“Wanita bule dan seorang bayi,” jawabku dan Halimah serempak.

“Ya, di Amerika ternyata Bang Rudi sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki

“Kok bisa kak…?” tanyaku

“Kakak gak tau Mira, Halimah.”

Mungkin emang kakak gak jodoh dengannya dan mata kakak dibuka allah tentang siapa dia.”

“Alhamdulillah, kakak harus bersyukur sama Allah karena dosa lho kak berdekatan dengan laki-laki yang sudah menikah, jawab Halimah sambil berjalan menghampiri Kak Rini.

“Iya mira, Halimah, mata kakak dibuka oleh Allah bahwa dia bukan imam yang baik buat kakak.”

“Lalu apa dia lihat kakak datang mengunjunginya? terus apa reaksinya saat lihat kakak,” tanyaku penuh antusias.

‘Iya Mira dia lihat kakak dan kaget setengah mati.”,jawab Kak Rini.

“Lalu apa reaksinya kak…” tanyaku.

“Dia mengejar Kak Rini Mira, Halimah, memohon maaf kalo dia telah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki.”jawab Kak Rini. Dia berusaha menghubungi kakak melalui sms atau telepon, tapi kakak gak peduli lagi, karena kakak sudah dibohongi selama ini. Alhamdulillah, Allah telah membantu kakak menunjukkan siapa Bang Rudi sebenarnya.”jawab kak Rini sambil mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

“Terus kakak ketemu suami kakak dimana,” Tanya Halimah sambil memotong kata-kata Kak Rini.

“Kakak ketemu suami kakak di bandara Soekarno-Hatta Halimah, sewaktu pulang dari mengunjungi Bang Rudi, jawab Kak Rini. “Ternyata dia teman les bahasa inggris waktu kakak kuliah dl di LIA Jakarta. Namanya Mas Sugeng, mahasiswa jurusan Akuntansi di STAN. Sekarang dia bekerja di Department Keuangan Jakarta. Kami sempat berkomunikasi lewat sms, telpon atau chatting. Alhamdulillah saat ketemu dan dekat selama 3 bulan, kami memiliki kecocokan. Lalu Mas Sugeng melamar kakak untuk menjadi istrinya,” kata Kak Rini sambil malu-malu

“Terus dia melamar kakak,” jawabku penasaran

“Iya Mira dia melamar kakak dan 1 bulan setelah itu kami menikah. Prosesnya sangat cepat dari pertemuan sampai kami memutuskan untuk menikah.” Jawab kak Rini

“Alhamdulillah sejak menikah dengannya banyak perubahan yang terjadi pada diri kakak. Kakak selalu sholat 5 waktu berjamaah dengan Mas Sugeng, sholat tahajud berjamaah, puasa senin-kamis dan alhamdulillah kakak memakai jilbab. Tapi kakak pake jilbab bukan karena suami. Kakak pake jilbab karena Allah serta niat untuk menutup semua aurat kakak.

“Alhamdulillah,” jawabku dan Halimah bersamaan.

“Ya kak setiap cobaan dan masalah yang Allah berikan untuk kita, pasti ada hikmah yang allah selipkan. Semuanya tergantung kita apakah kita kuat menghadapi cobaan itu dan selalu berusaha menjaga diri kita agar tidak terjerumus ke hal-hal yang dapat merusak akidah kita,” jawabku

“Ya Mira makasih ya dek atas nasehatnya, semoga Mas Sugeng memang suami yang terbaik yang Allah berikan untuk kakak dan semoga dia bisa menjadi ayah yang baik buat anak-anak kakak nanti ya,” jawab Kak Rini.

“Ya kak semoga apa yang kakak inginkan di ridhoi allah, amiiiii ya allah, jawabku dan halimah serempak.

***

About these ads
Published in: on January 13, 2009 at 3:14 pm  Comments (1)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: http://mirasyam.wordpress.com/2009/01/13/perkenalan-yang-singkat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu. (Ali bin Abi Thalib)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: