Ibu Bekerja, Pola Hidup Anak Cenderung Tidak Sehat

London, Anak-anak yang memiliki ibu yang bekerja ternyata lebih sedikit mengonsumsi makanan sehat ketimbang anak yang ibunya tinggal di rumah. Sebuah studi di Inggris menemukan fakta tersebut.

Penelitian yang dilakukan The UK Millennium Cohort Study ini melihat kebiasaan makan dan aktivitas fisik lebih dari 12.500 anak-anak yang berusia 9 bulan hingga 5 tahun.

Terlepas dari asal etnis, tingkat pendidikan dan pekerjaan ibu, peneliti menemukan anak-anak yang ibunya bekerja paruh waktu atau penuh lebih sedikit mengonsumsi buah-buahan atau sayuran ketika makan atau ngemil.

Anak-anak yang ibunya bekerja lebih banyak duduk di depan televisi dan komputer lebih dari 2 jam sehari. Sementara anak-anak yang ibunya tidak bekerja berada di depan TV dan komputer kurang dari 2 jam.

Anak-anak yang ibunya bekerja lebih sering minum minuman manis seperti soda diantara waktu makannya, menyukai camilan keripik dan lebih senang diantar sekolah dengan mobil ketimbang berjalan kaki atau bersepeda.

“Waktu menjadi kendala bagi ibu yang bekerja untuk memberikan anak-anaknya makanan sehat dan mengawal anak melakukan aktivitas fisik,” jelas penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health seperti dilansir dari Chinadaily, Sabtu (3/10/2009).

Penelitian juga menunjukkan kebiasaan anak-anak secara keseluruhan adalah 37 persen anak-anak suka makan keripik atau permen, 41 persen gemar minuman manis di waktu makan, 61 persen menghabiskan minimal 2 jam setiap hari duduk di depan TV dan komputer.

Tapi peneliti menegaskan hasil kajian ini bukan berarti ibu tidak boleh bekerja tetapi mengingatkan perlunya tindakan dari orangtua dan anak untuk mendukung hidup yang lebih sehat.

Source: Irna Gustia – detikHealth

Mbaca artikel ini sambil senyum-senyum pahit bukan senyum manis or pahit di bibir tapi manis di hati lho… :p Sebelumnya dikasih tau ada artikel bagus. Pas bukaa… eng… ing… eng…. :D langsung nusuk Chusssss… darah mengalir keseluruh tubuh… ;) Menyuruh otak untuk berpikir… :)

Dari judulnya aja udah kelihatan gak usah baca ampe habis karena to the point. Nah buat teman-teman yang bakal jadi bunda, atau sebentar lagi. Baca-baca artikel ini dulu untuk nambah2 ilmu yaaaa… ;) tapi gak semua ibu bekerja, gizi anaknya gak sehat lho. Agar anaknya sehat dan makanan yang dimakannya bergizi khan butuh uang yang gak sedikit. Apalagi harga susu Nutrilon dan sejenisnya mahal bangeeeeeetttt boooo’ merem melek lihat berapa biayanya. Istigfar Mir, masa buat susu anak, saya harus ngitung2 sich… :-p Teman saya walau ibunya bekerja, anaknya cerdas di sekolah lho. Mungkin dengan adanya ibu lebih terkontrol gizi yang masuk ke tubuh anak (penulis sedang berusaha melakukan pembelaan diri… :D )

Published in: on October 14, 2009 at 8:16 am Leave a Comment
Tags: , , , ,

Cari Suami Tak Perlu Pintar, Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu

Nurul Ulfah – detikHealth

(Foto : Workitmom)Jakarta, Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. “Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar,” ujar Adre dalam acara Optimalisasi Peningkatan Intelegensia Otak di GKBI, Jakarta (10/9/2009). .

Sebenarnya hubungan antara kecerdasan anak dengan ibunya bisa dilihat secara alamiah ketika ibu baru melahirkan. “Bayi bisa mencari puting susu ibunya sendiri, itu sudah jadi pertanda,” ujar Adre.

Bayi menangis jika mengompol juga bisa jadi pertanda bahwa kecerdaasn ada hubungannya dengan ibu. Hormon oxytocin yang dikeluarkan pada saat ngompol sama dengan hormon yang terdapat pada area kawanitaan ibu. “Itu mengapa jika daerah kewanitaan itu dirangsang, akan muncul perasaan enak dan senang, ” tutur Adre.

Oleh karena itu, memakai pampers biasanya membuat seorang anak tumbuh menjadi egois. “Bayi yang sering pakai pampers, cenderung memiliki rasa empati yang kurang karena jarang menangis dan bagian otaknya tidak terlatih untuk merasakan empati,” tutur Adre.

Otak setelah lahir memiliki kemampuan berkembang yang cepat. Penglihatan lebih dulu berkembang daripada pendengaran dan separuh perkembangan intelektual seseorang berlangsung di bawah usia 4 tahun.

Adre mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia saat ini ada di urutan ke 109 dari 179 negara. “Artinya sudah miskin, bodoh, sakit, sombong pula,” ujar Adre. Padahal sebentar lagi Indonesia akan memasuki tantangan milenium 3 yang merupakan era competitive intelligence.

Oleh karena itu, ibu mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk perkembangan kecerdasan anak. “Stimulasi janin dengan musik-musik alam, binatang atau musik klasik, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega 3 dan berikan stimulasi yang tepat ketika sudah lahir untuk menghasilkan anak yang cerdas,” ujar Adre.

Namun meskipun begitu, menurut Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, pakar komunikasi dan penulis buku ‘psikologi komunikasi’, faktor genetik atau keturunan bisa dikalahkan oleh faktor lingkungan dan nutrisi. “Nurture atau lingkungan bisa mengalahkan nature atau warisan biologis jika otak terus distimulasi, ” jelas Jalaludin.

sumber : milis jurnalis oleh Satrio Arismunandar

Artikel ini sangat menarik banget dan bisa didiskusikan benar ato gak. Atau sebaliknya Cari Istri Tak Perlu Pintar, Kecerdasan Anak Turun Dari Ayahnya. Bagi yang berkunjung ke blog saya bisa membaca dan menambah wawasannya. Mengenai kebenaran dari artikel ini, silahkan dibuktikan sendiri. Kalo tanya saya mah gak tau, soalnya belum pengalaman :D Dan sebagai calon ibu (cieeeee…. :p ) saya gak merasa pintar. Masih pengen minta bukti juga…? Tunggu saya married dulu ya dan anak saya berumur 25 tahun atau lebih (tamat S2 or S3). Disana bisa dilihat anak saya turunan bapak atau ibunya. Kalo lama tgg ya jangan ditunggu (kurang kerjaan kali :p ). Hihihihi :D

Kalo dikasih pertanyaan cari suami pintar atau tak perlu pintar… Yaaaaaaaaaaaahhhh… Pintar laaaaahhhh masa pintar donk… :D

Tapi bukan pintar ngibulin istri, pintar bohong, pintar selingkuh lho, or omdok (ngomong doang or NATO – No Action Talk Only… ;) (catet… bukan itu)

Nah kalo teman2ku disuruh pilih… Ayo pilih yang mana…? Tanpa menunjuk sapa pun lho… :p

Published in: on at 7:57 am Leave a Comment

Merengkuh Cinta Dalam Buaian Pena

by : Abu Aufa

Aku berdoa untuk seorang wanita , yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang wanita yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.

Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Seorang wanita yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau
dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.

Seorang wanita yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
seorang wanita yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku
seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah
seorang wanita yang mencintaiku bukan karena lahiriahku tetapi karena hatiku.

Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai seorang laki-laki ketika di sebelahnya.

Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
seorang wanita yang membutuhkan do�aku untuk kehidupannya
seorang wanita yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
seorang wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta .

Buatlah aku menjadi seorang laki-laki yang dapat membuat seorang wanita itu bangga
berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya
dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat-Mu yang kuat sehingga kekuatanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku
Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat
banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan-Mu dan pemberi semangat,
sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan
“Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku
seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

NB: Copas dari blog teman…

Published in: on at 7:32 am Leave a Comment

Mulianya Sikap Memaafkan

Ditulis oleh Ustadz Agus Handoko
Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A’raf 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur’an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

… dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)

Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur’an :

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Yaitu orang2 yang menginfakkan hartanya ketika lapang dan sempit dan menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

(more…)

Published in: on September 25, 2009 at 11:44 pm Leave a Comment
Tags: ,

Etika Bisnis dalam Perpektif Islam

Ditulis oleh DR. Achmad Kholiq

Wacana Etika dalam Bisnis

Perbincangan tentang “etika bisnis” di sebagian besar paradigma pemikiran pebisnis terasa kontradiksi interminis (bertentangan dalam dirinya sendiri) atau oxymoron ; mana mungkin ada bisnis yang bersih, bukankah setiap orang yang berani memasuki wilayah bisnis berarti ia harus berani (paling tidak) “bertangan kotor”. Apalagi ada satu pandangan bahwa masalah etika bisnis seringkali muncul berkaitan dengan hidup matinya bisnis tertentu, yang apabila “beretika” maka bisnisnya terancam pailit. Disebagian masyarakat yang nir normative dan hedonistik materialistk, pandangan ini tampkanya bukan merupakan rahasia lagi karena dalam banyak hal ada konotasi yang melekat bahwa dunia bisnis dengan berbagai lingkupnya dipenuhi dengan praktik-praktik yang tidak sejalan dengan etika itu sendiri. Begitu kuatnya oxymoron itu, muncul istilah business ethics atau ethics in business. Sekitar dasawarsa 1960-an, istilah itu di Amerika Serikat menjadi bahan controversial. Orang boleh saja berbeda pendapat mengenai kondisi moral lingkungan bisnis tertentu dari waktu ke waktu. Tetapi agaknya kontroversi ini bukanya berkembang ke arah yang produktif, tapi malah semakin menjurus ke suasana debat kusir. Wacana tentang nilai-nilai moral (keagamaan) tertentu ikut berperan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat tertentu, telah banyak digulirkan dalam masyarakat ekonomi sejak memasauki abad modern, sebut saja Misalnya, Max weber dalam karyanya yang terkenal, The Religion Ethic and the Spirit Capitaism, meneliti tentang bagaimana nilai-nilai protestan telah menjadi kekuatan pendorong bagi tumbuhnya kapitalisme di dunia Eropa barat dan kemudian Amerika. Walaupun di kawasan Asia (terutama Cina) justru terjadi sebaliknya sebagaimana yang ditulis Weber. Dalam karyanya The Religion Of China: Confucianism and Taoism, Weber mengatakan bahwa etika konfusius adalah salah satu faktor yang menghambat tumbuhnya kapitalisme nasional yang tumbuh di China. Atau yang lebih menarik barangkali adalah Studi Wang Gung Wu, dalam bukunya China and The Chinese Overseas, yang merupakan revisi terbaik bagi tesisnya weber yang terakhir. Di sisi lain dalam tingkatan praktis tertentu, studi empiris tentang etika usaha (bisnis) itu akan banyak membawa manfaat: yang bisa dijadikan faktor pendorong bagi tumbuhnya ekonomi, taruhlah dalam hal ini di masyarakat Islam. Tetapi studi empiris ini bukannya sama sekali tak bermasalah, terkadang, karena etika dalam ilmu ini mengambil posisi netral (bertolak dalam pijakan metodologi positivistis), maka temuan hasil setudi netral itu sepertinya kebal terhadap penilaian-penilaian etis. Menarik untuk di soroti adalah bagaimana dan adakah konsep Islam menawarkan etika bisnis bagi pendorong bangkitnya roda ekonomi. Filosofi dasar yang menjadi catatan penting bagi bisnis Islami adalah bahwa, dalam setiap gerak langkah kehidupan manusia adalah konsepi hubungan manusia dengan mansuia, lingkungannya serta manusai dengan Tuhan (Hablum minallah dan hablum minannas). Dengan kata lain bisnis dalam Islam tidak semata mata merupakan manifestasi hubungan sesama manusia yang bersifat pragmatis, akan tetapi lebih jauh adalah manifestasi dari ibadah secara total kepada sang Pencipta. Etika Islam Tentang Bisnis Dalam kaitannya dengan paradigma Islam tetntang etika bisnis, maka landasan filosofis yang harus dibangun dalam pribadi Muslim adalah adanya konsepsi hubungan manusia dengan manusia dan lingkungannya, serta hubungan manusia dengan Tuhannya, yang dalam bahasa agama dikenal dengan istilah (hablum minallah wa hablumminannas). Dengan berpegang pada landasan ini maka setiap muslim yang berbisnis atau beraktifitas apapun akan merasa ada kehadiran “pihak ketiga” (Tuhan) di setiap aspek hidupnya. Keyakinan ini harus menjadi bagian integral dari setiap muslim dalam berbisnis. Hal ini karena Bisnis dalam Islam tisak semata mata orientasi dunia tetapi harus punya visi akhirat yang jelas. Dengan kerangka pemikiran seperti itulah maka persoalan etika dalam bisnis menjadi sorotan penting dalam ekonomi Islam. Dalam ekonomi Islam, bisnis dan etika tidak harus dipandang sebagai dua hal yang bertentangan, sebab, bisnis yang merupakan symbol dari urusan duniawi juga dianggap sebagai bagian integral dari hal-hal yang bersifat investasi akherat. Artinya, jika oreientasi bisnis dan upaya investasi akhirat (diniatkan sebagai ibadah dan merupakan totalitas kepatuhan kepada Tuhan), maka bisnis dengan sendirinya harus sejalan dengan kaidah-kaidah moral yang berlandaskan keimanan kepada akhirat. Bahkan dalam Islam, pengertian bisnis itu sendiri tidak dibatasi urusan dunia, tetapi mencakup pula seluruh kegiatan kita didunia yang “dibisniskan” (diniatkan sebagai ibadah) untuk meraih keuntungan atau pahala akhirat. Stetemen ini secara tegas di sebut dalam salah satu ayat Al-Qur’an. Wahai Orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan pada suatu perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari adzab pedih ? yaitu beriman kepada allah & Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui Di sebagian masyarakat kita, seringkali terjadi interpretasi yang keluru terhadap teks al-Qur’an tersebut, sekilas nilai Islam ini seolah menundukkan urusan duniawi kepada akhirat sehingga mendorong komunitas muslim untuk berorientasi akhirat dan mengabaikan jatah dunianya, pandangan ini tentu saja keliru. Dalam konsep Islam, sebenarnya Allah telah menjamin bahwa orang yang bekerja keras mencari jatah dunianya dengan tetap mengindahkan kaidah-kaidah akhirat untuk memperoleh kemenangan duniawi, maka ia tercatat sebagai hamba Tuhan dengan memiliki keseimbangan tinggi. Sinyalemen ini pernah menjadi kajian serius dari salah seorang tokoh Islam seperti Ibnu Arabi, dalam sebuah pernyataannya. “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan Al-Qur’an yang diterapkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makna dari atas mereka (akhirat) dan dari bawah kaki mereka (dunia).” Logika Ibn Arabi itu, setidaknya mendapatkan penguatan baik dari hadits maupun duinia ekonomi, sebagaimana Nabi SAW bersabda : Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka hendaknya dia berilmu, dan barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaknya dia berilmu, dan barangsiapa yang menghendaki keduanya maka hendaknya dia berilmu.” Pernyataan Nabi tersebut mengisaratkan dan mengafirmasikan bahwa dismping persoalan etika yang menjadi tumpuan kesuksesan dalam bisnis juga ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu skill dan pengetahuantentang etika itu sendiri. Gagal mengetahui pengetahuan tentang etika maupun prosedur bisnis yang benar secara Islam maka akan gagal memperoleh tujuan. Jika ilmu yang dibangun untuk mendapat kebehagiaan akhirat juga harus berbasis etika, maka dengan sendirinya ilmu yang dibangun untuk duniapun harus berbasis etika. Ilmu dan etika yang dimiliki oleh sipapun dalam melakukakan aktifitas apapun ( termasuk bisnis) maka ia akan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat sekaligus. Dari sudut pandang dunia bisnis kasus Jepang setidaknya telah membuktikan keyakinan ini, bahwa motivasi prilaku ekonomi yang memiliki tujuan lebih besar dan tinggi (kesetiaan pada norma dan nilai etika yang baik) ketimbang bisnis semata, ternyata telah mampu mengungguli pencapaian ekonomi Barat (seperti Amerika) yang hampir semata-mata didasarkan pada kepentingan diri dan materialisme serta menafikan aspek spiritulualisme. Jika fakta empiris ini masih bisa diperdebatkan dalam penafsirannya, kita bisa mendapatkan bukti lain dari logika ekonomi lain di negara China, dalam sebuah penelitian yang dilakukan pengamat Islam, bahwa tidak semua pengusaha China perantauan mempunyai hubungan pribadi dengan pejabat pemerintah yang berpeluang KKN, pada kenyataannya ini malah mendorong mereka untuk bekerja lebih keras lagi untuk menjalankan bisnisnya secara professional dan etis, sebab tak ada yang bisa diharapkan kecuali dengan itu, itulah sebabnya barangkali kenapa perusahaan-perusahaan besar yang dahulunya tidak punya skil khusus, kini memiliki kekuatan manajemen dan prospek yang lebih tangguh dengan dasar komitmen pada akar etika yang dibangunnya Demikianlah, satu ilustrasi komperatif tentang prinsip moral Islam yang didasarkan pada keimanan kepada akhirat, yang diharapkan dapat mendorong prilaku positif di dunia, anggaplah ini sebagai prinsip atau filsafah moral Islam yang bersifat eskatologis, lalu pertanyaan lebih lanjut apakah ada falsafah moral Islam yang diharapkan dapat mencegah prilaku curang muslim, jelas ada, Al-Qur’an sebagaimana Adam Smith mengkaitkan system ekonomi pasar bebas dengan “hukum Kodrat tentang tatanan kosmis yang harmonis”. Mengaitkan kecurangan mengurangi timbangan dengan kerusakan tatanan kosmis, Firman-Nya : “Kami telah menciptakan langit dan bumi dengan keseimbangan, maka janganlah mengurangi timbangan tadi.” Jadi bagi Al-Qur’an curang dalam hal timbangan saja sudah dianggap sama dengan merusak keseimbangan tatanan kosmis, Apalagi dengan mendzhalimi atau membunuh orang lain merampas hak kemanusiaan orang lain dalam sektor ekonomi) Firman Allah : “janganlah kamu membunuh jiwa, barangsiapa membunuh satu jiwa maka seolah dia membunuh semua manusia (kemanusiaan)” Sekali lagi anggaplah ini sebagai falsafah moral Islam jenis kedua yang didasarkan pada tatanan kosmis alam. Mungkin kata hukum kodrat atau tatanan kosmis itu terkesan bersifat metafisik, suatu yang sifatnya debatable, tapi bukankah logika ilmu ekonomi tentang teori keseimbanganpun sebenarnya mengimplikasikan akan niscayanya sebuah “keseimbangan” (apapun bentuknya bagi kehidupan ini), Seringkali ada anggapan bahwa jika sekedar berlaku curang dipasar tidak turut merusak keseimbangan alam, karena hal itu dianggap sepele, tetapi jika itu telah berlaku umum dan lumrah dimana-mana dan lama kelamaan berubah menjadi semacam norma juga, maka jelas kelumrahan perilaku orang itu akan merusak alam, apalagi jika yang terlibat adalah orang-orang yang punya peran tanggung jawab yang amat luas menyangkut nasib hidup banyak orang dan juga alam keseluruhan. Akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia memang seringkali mengalami ketegangan atau dilema etis antara harus memilih keputusan etis dan keputusan bisnis sempit semata sesuai dengan lingkup dan peran tanggung jawabnya, tetapi jika kita percaya Sabda Nabi SAW, atau logika ekonomi diatas, maka percayalah, jika kita memilih keputusan etis maka pada hakikatnya kita juga sedang meraih bisnis. Wallahu ‘A’lam.

* Cendekiawan Muslim, Dosen STAIN. Ketua MES, Komisi Dakwah MUI Cirebon, Ketua Dewan Dakwah Korwil Cirebon

Sumber;

www.pesantrenvirtual.com

Published in: on at 11:20 pm Leave a Comment
Tags: , ,

Cake Ultah buatanku gagal maning…

Niatnya pengen buat kue ulang tahun buat Harits Afif adikku yang paling bungsu…

Hari Minggu semangat banget beli bahan2 untuk buat kue ultah. Alhamdulillah bahan udah komplit. Bermodal resep dari searching di internet, akhirnya karena tergiur dan penasaran sm bentuk sponge cake nya, aku mencoba ambil resep itu…

Huhuhu :( ternyata menyedihkan… Sponge Cake buat Cake Ultah adikku Gatot alias gagal total. Sediiiiiiiiiihhh banget, padahal semangat banget buatnya karena untuk ultah adikku yang bungsu. “Maafin kakak dek, cake ultah buat Harits bantat :( ” Sedih pas lihat kok gak ngembang kuenya. Kata mama, “Karena Mira pake tepung maizena kali, makanya cakenya bantat”. Aku gak tau persis sich salahnya dimana. Maklum baru belajar… :D Semoga aja kedepannya aku bisa buat cake lebih baik dari yang sekarang. Kata mama, “Namanya aja baru belajar, wajar aja salah. Latih terus jangan putus asa, sapa tau nanti Mira lebih hebat dari Mama”. Semoga ma, Mira bisa lebih hebat dari Mama. Mama bilang, “Jangan terlalu percaya sama resep di majalah, buku ataupun blog. Sebenarnya semua tergantung tangan siapa yang masak. Jika Mira sering latihan buat kue akan tau gimana menghasilkan kue yang enak dan lembut”. Pengen sich sering latihan buat kue, cuma ya itu, harga bahan2 untuk buat cake mahal bangeeettt… :( Kata teman2ku yang satu kursus denganku waktu dibdg. Kalo ingin bisa buat cake yang enak memang harus banyak latihan dan jangan menyerah jika hasil cake yang kita buat kurang memuaskan, banyak latihan. Semoga aja, suatu saat aku bisa seperti mereka. Tetap semangat dan jangan pernah menyerah… ;)

Bahan2 yang aku kutip dari blog orang resepdapurcakestation

Aku penasaran banget sama resep ibu ini, kok hasilnya bagus banget.

Sponge Cake 8 Telur

Bahan :
200 gr gula pasir
1 sdm emulisifier
8 butir telur
— dikocok sampai mengembang

100 gr terigu
50 gr susu bubuk
50 gr tepung maizena
1 sc vanili bubuk
baking powder
—tambahkan sambil diaduk rata (aku-tuang tepung sambil dimikser kec. rendah 1 menit)—
120 gr mentega cair
1 sdm susu kental manis
esen pandan
—tuang sambil aduk rata (aku-tuang cairan mentega sambil dimikser kec rendah 1 menit)—

NB: Mohon maaf ya fotonya gak aku pajang coz malu2in… hihihi… :D jelek banget hasilnya…

Published in: on September 15, 2009 at 6:07 am Leave a Comment
Tags: ,

Sms nyasar ga tau juga…

Hari ini dapat sms ntah dari siapa gak kenal…? Ngakunya dia kenal sm saya. Tapi saya lupa-lupa ingat. Dia bilang temannya “X”. Saya kenal sapa X tapi masa iya? Mau dijawab saya gak tau orangnya. Iya saya dulu pernah dikenalkan sama yang namanya (sebut saja Y) tapi itu udah lama bangeettt… Mungkin 5  tahunan bahkan lebih. Ketemu cuma 1 kali. Masa dia masih ingat. Ntah benar dia, kalo dugaan saya salah…? Kurang kerjaan kali balas sms orang yang gak kita kenal. Mohon maaf gak maksud sombong tapi aneh aja…? Ahhh… sudahlah… :D

Published in: on August 7, 2009 at 4:37 am Comments (2)
Tags:

Persiapan Sebelum Tour 3 Negara

Awal sebelum saya dan teman2 memutuskan untuk jalan2 ke 3 negara saat setelah saya pulang dari Bandung. Dulu sempat terucap di bibir saya (ceileeehhhhhh bibiiirr… :D ) ‘Ri bulan July ada tanggal merah tepatnya tanggal 21, kita jalan2 yuuukkk…? ” tanyaku. Saat itu Ria gak gubris. Tapi tiba2 setelah saya pulang dari bandung.

“Mir, buruan urus KTP mu dan passportmu 2 bulan lagi kita mau ngadain acara2 tour 3 negara, kamu mau ikutan sama kita gak…? Aku dan Adit udah beli tiket neh. Tinggal kamu dan Bayu yang belum” jawab Ria saat menelpon saya”

“Waaahhhhhh… keren 3 negara. Oke dech akan aku urus Ri, jawabku.

Akhirnya waktu berlalu gak terasa tinggal 3 minggu lagi keberangkatan Ria dan teman2 buat tour tapi saya belum juga ngurus KTP dan Passport. Akhirnya karena Ria ngotot terus dan entah angiin darimana, saya mengumpulkan semua tenaga saya untuk mengurus semuanya dalam waktu yang singkat, walau saya gak yakin bisa pergi. Tapi karena demi teman, akhirnya saya bela2in walau sebenarnya gak yakin juga bisa berangkat. Tinggal 3 minggu lagi harus ngurus KTP, KK dan passport. Akhirnya pergi berurusan pertama kali ke rumah ketua RT minta surat izin pembuatan KTP. Saat membuat KTP saya berpikir. Apa mungkin KTP bisa di urus dalam waktu 1 minggu. Dengar2 kabar dari teman2, pembuatan KTP membutuhkan waktu paling lama 1 bulan dan paling cepat 2 minggu. Gilaaaaaa… saya pikir. Tapi coba dulu kali aja bisa dalam waktu 1 minggu KTP bisa selesai. Akhirnya dengan bantuan orang tua dan adik saya, KTP saya mereka bantu dalam pengurusan karena kebetulan juga kami sekeluarga membuat permohonan KTP baru n KK baru. Alhamdulillah saya tidak cuti hanya karena mengurus KTP. (more…)

Published in: on July 23, 2009 at 4:01 am Comments (7)
Tags: ,

Hari ini…!!

Hari ini sepulang dari kantor. Saya menemukan keganjilan sebelum masuk kompleks tempat tinggal saya. Mengapa saya katakan aneh…? Tidak biasanya di sore hari menjelang maghrib. Tepat di gate 3 dekat rumah saya. Banyak mobil yang harus antri keluar dan apalagi mau memasuki kompleks perumahaan karena disana diadakan “pemeriksaan mendadak”. Dimana bagi mereka yang masuk harus di cek kayak yang di hotel2 berbintang lima. Ini baru pertama kali terjadi dan aku lihat. Apa karena saya katrok sehingga yang harusnya hal itu sudah sering terjadi di sekitar rumah saya atau gimana saya tidak tau. Yang pasti kejadian itu bukan merupakan kejadian yang umum terjadi. Saya bertanya2 dalam hati. Apakah ini karena pengaruh pemboman yang terjadi di Jakarta di Hotel Ritz Carlton and Hotel Marriot atau apa karena akan ada isu, akan dibom tempat saya tinggal…? Sereeemmm…. Subhanallah ya Allah jangan sampai itu terjadi… :(

Semoga saja tidak… Mari kita berdoa semoga kejadian ini tidak akan pernah terjadi lagi…. Bagi yang jahat semoga cepat di tangkap sehingga tidak meresahkan masyarakat lagi. Amiiiinnn… :)

Published in: on at 3:17 am Leave a Comment
Tags: ,

Ada Benernya: Banyak Anak Banyak Rezeki

Membaca judulnya tentu anda bakal berpikir saya akan membahas tentang anak. Kali ini anda salah besar. Di sini saya akan membahas gimana caranya mengembangkan dana yang anda miliki berdasarkan instrument-instrument keuangan yang ada di Indonesia. Tapi gak usah muluk-muluk dl sebelum anda mengambil keputusan. Kenali dl intrument keuangan yang menurut anda aman buat keuangan anda dan anda dapat meminimal resiko dari keputusan yang anda ambil. Disini saya akan mengambil contoh instrument yang banyak digunakan orang lain.

Menabung, Buat masyarakat Indonesia menabung bukan hal yang asing lagi buat anda. SMenabung buat kita wajib bahkan sangat wajib. Karena dengan menabung anda dapat mengendalikan penghasilan anda agar tidak habis begitu aja. Buat yang suka belanja sebaiknya anda membuka rekening tabungan karena apabila gak anda tidak dapat mengendalikan emosi anda untuk selalu belanja, bisa2 belum akhir bulan penghasilan anda bakal habis. Dengan menabung berarti kita sudah menyelamatkan sebagian penghasilan kita agar tidak sia-sia habis begitu saja. (more…)

Published in: on July 12, 2009 at 6:06 am Comments (1)
Tags: ,